Jarang Menyerang Dewasa, Flu Singapura Rentan Menyerang si Kecil

Jarang Menyerang Dewasa, Flu Singapura Rentan Menyerang si Kecil

- detikHealth
Selasa, 06 Mei 2014 08:45 WIB
Jarang Menyerang Dewasa, Flu Singapura Rentan Menyerang si Kecil
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Flu biasa dikenal sebagai salah satu penyakit 'sejuta umat' yang mana berarti bisa menyerang siapa saja, baik itu anak kecil hingga orang tua, namun tidak demikian halnya dengan flu singapura. Flu singapura yang juga dikenal dengan nama Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) sangat jarang menyerang orang dewasa. Namun penyakit ini sangat 'menyukai' anak-anak.

"Meski flu singapura bisa menyerang orang dewasa, namun itu sangat jarang. Umumnya memang hanya anak-anak yang sering terkena flu singapura ini," tutur dr. Marissa TS Pudjiadi, SpA kepada detikHealth, dan ditulis pada Selasa (6/5/2014).

dr Marissa menjelaskan penyebab flu singapura ini adalah virus. Karena penyebaran yang mudah terjadi, anak memang lebih rentan tertular flu singapura dari anak yang lainnya. dr Marissa menyorot kebiasaan anak yang suka menggosok-gosok hidungnya menggunakan tangan. "Misalnya ada anak yang sudah terkena flu singapura, terus dia menggosok-gosok hidungnya menggunakan tangan, dan setelah itu dia bersalaman dengan anak lain, nah virusnya itu kan menular ke anak yang lain," terang dokter spesialis anak di RS Premier Jatinegara, Jakarta ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umumnya penyakit ini menyerang anak-anak berusia 2 minggu hingga 5 tahun. Namun beberaoa kasus menunjukkan anak di atas 5 tahun ada pula yang terserang penyakit ini. Virus penyebab flu singapura jarang menyerang orang dewasa lantaran sistem kekebalan tubuh pada orang dewasa yang sudah optimal.

"Prinsipnya itu jaga kebersihan anak. Biasakan anak untuk selalu cuci tangan dengan bersih untuk melindungi anak dari partikel-partikel virus," pesan dr Marissa.

Mengapa dinamakan flu singapura? Sebab penyakit ini pernah merebak di Singapura pada sekitar tahun 2000. Saat itu terjadi kehebohan akibat penyakit ini yang menyebabkan sejumlah fasilitas umum ditutup dan bahkan sekolah-sekolah diliburkan.

Virus yang diduga menjadi penyebab penyakit ini adalah virus Coxsackie A16 dan juga Enterovirus 71. Enterovirus 71 bahkan kerap menyebabkan komplikasi kematian pada anak.

(vit/vit)

Berita Terkait