Hindari Faktor Risiko, Cara Utama Cegah Penyakit Jantung Bawaan Anak

Hindari Faktor Risiko, Cara Utama Cegah Penyakit Jantung Bawaan Anak

- detikHealth
Kamis, 08 Mei 2014 19:46 WIB
Hindari Faktor Risiko, Cara Utama Cegah Penyakit Jantung Bawaan Anak
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Apa yang menyebabkan penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak bisa terjadi? Itulah salah satu pertanyaan yang mungkin sering ditanyakan para orang tua kepada dokter terkait PJB yang harus 'menyerang' buah hati mereka. Meski PJB bukanlah penyakit baru, namun kenyataannya masih saja ada masyarakat, khususnya orang tua, yang belum tahu mengenai apa yang sebenarnya menyebabkan PJB.

Menurut dr Eka Guna Wijaya, SpA, dokter spesialis anak di RS Balimed, faktor yang menyebabkan anak mengalami PJB pada dasarnya adalah berupa gangguan yang terjadi saat pembentukan jantung janin, yaitu saat kehamilan ibu di sia kehamilan 3 bulan pertama. Meski demikian, dokter yang akrab disapa dr Eka ini menjelaskan bahwa faktor tersebut semakin dipicu oleh beberapa faktor risiko yang dialami ibu.

"Beberapa faktor risiko pada ibu hamil yang dapat menyebabkan anak mereka terkena PJB adalah paparan zat kimia, paparan obat-obatan, hingga sakit yang dialami ibu, seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, muntah-muntah, infeksi rubella, dan beberapa virus lainnya," ungkap dr Eka saat dihubungi detikHealth, dan ditulis pada Selasa (6/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu saja, dr Eka juga menyorot pada pola makan ibu hamil yang tidak sehat, kelainan hormonal pada ibu, perdarahan saat kehamilan dini, riwayat abortus sebelumnya, dan benturan pada kandungan, yang juga kerap kali menjadi faktor risiko terjadinya PJB pada anak yang dilahirkannya. "Yang besar itu adalah faktor-faktor tersebut. Kalau untuk faktor keturunan, ya memang ada, tapi sangat kecil. Hanya 4 persen saja," imbuhnya.

Namun di luar segala faktor risiko yang sebagian besar berasal dari 'eksternal' tersebut, dr Eka juga menuturkan bahwa ada faktor lainnya yang disebabkan karena adanya suatu sindrom yang bisa saja menyerang bayi yang dikandungnya. "Sindrom-sindrom yang bisa saja menyebabkan bayi terkena PJB adalah sindrom Down, sindrom Noonan, sindrom Turner, sindrom Marfan, sindrom Edward, syndrome Patau, sindrom Klinefelter, sindrom Cornelia de Lange, dan sindom Pierre Robin. Makanya apabila terlihat ada bentuk kelainan bawaan pada bayi, perlu dicurigai ada masalah jantung bawaan pula di dalamnya," terang dr Eka.

Melihat begitu banyaknya faktor yang dapat menyebabkan terjadinya PJB pada bayi atau anak, lantas adakah cara yang bisa dilakukan orang tua, khususnya ibu, supaya menghindari kemungkinan anak yang dikandungnya terkena penyakit ini?

"Sebenarnya yang paling penting untuk menghindari anak mengalami PJB adalah dengan menghindari faktor risiko yang terjadi saat ibu sedang mengandung, terutama tiga bulan pertama kehamilan. Dan untuk itu, amat dianjurkan pada ibu hamil untuk rajin memeriksakan kehamilannya sejak dini di tempat pelayanan kesehatan yang tepat. Konseling pra-nikah juga dianjurkan," saran dr Eka.

(vit/vit)

Berita Terkait