Agar anak tak mengalami alergi, upaya pencegahannya bisa dilakukan sejak anak masih berada di dalam kandungan. dr Sumadiono, SpA(K), dokter di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM menjelaskan, "Tindakan pencegahan alergi dapat dilakukan sejak saat hamil. Misalnya, pertama, tidak usah pantang makan makanan apa pun untuk mencegah alergi pada bayi."
Sebelumnya, para ahli memang sepakat menganjurkan ibu hamil untuk menghindari makanan seperti susu, telur, kacang, dan seafood untuk mencegah alergi pada anak. Nemun ternyata penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa pantangan tersebut tak berpengaruh pada kondisi bayi. Untuk itu ibu hamil tetap dianjurkan untuk tidak melakukan pantangan apa pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain yang harus dilakukan ialah menghindari asap rokok karena asap rokok mengandung zat yang dapat merangsang reaksi alergi seperti asma dan eksim. Anggota keluarga yang biasa merokok sebaiknya tidak merokok di dalam rumah atau merokok di dekat ibu hamil. Bahkan, sang suami pun disarankan untuk merokok di luar rumah.
"Ibu jangan kena asap rokok. Jadi kalau misal bapaknya merokok, mohon untuk tidak merokok di dalam rumah," terang dokter yang berpraktik di RS Panti Rapih dan RS Dr Sardjito itu sembari bercanda, seperti ditulis pada Senin (12/5/2014).
Paparan asap rokok yang harus dihindari ibu hamil tak hanya asap rokok yang berasal dari rumah saja. Agar buah hati tidak mengalami alergi, ibu hamil juga harus menghindari asap rokok di tempat-tempat lain. dr Suma menegaskan, "Pada saat hamil, tidak boleh terkena asap rokok di mana pun, baik di rumah, di kantor, di pasar, di tempat kerja, di bus kota."
Dalam acara Temu Pakar bertajuk 'Kenali Alergi Susu Sapi, Optimalkan Tumbuh Kembang si Secil' yang dihelat di RS Panti Rapih itu, dr Suma juga menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsi probiotik saat usia kehamilan memasuki delapan bulan dan memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan. Penelitian di Amerika membuktikan bahwa bayi yang mendapat prebiotik selama di dalam kandungan dan setelah lahir, berisiko 12 persen lebih kecil terkena alergi beberapa bulan atau tahun kemudian jika dibanding bayi yang tak mendapatkan prebiotik. Sedangkan memberi ASI pada bayi diketahui merupakan pencegahan primer untuk melindungi bayi dari berbagai alergi.
(vit/vit)











































