Menanggapi hal ini, dr Marissa TS Pudjiadi dari RS Premiere Jatinegara mengatakan jumlah kebutuhan tidur pada anak usia SD kurang lebih 10-12 jam perhari. Sehingga, kebiasaan tidur perlu dibentuk sesuai dengan ritme yang benar.
"Ritme yang benar yaitu tidur tidak terlalu malam dan bangun pada pagi hari, karena siklus tersebut mengikuti ritme sirkandian pada manusia," kata dr Marissa saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (12/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, uutang tidur ini harus 'dibayar' untuk memenuhi kebutuhan tidur seorang anak. Bila anak mengalami kekurangan tidur yang kronis, saat waktu produktif misalnya disekolah anak tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, demikian diungkapkan dr Marissa.
"Dari sisi pertumbuhan, anak mengalami pertumbuhan saat anak tidur dalam. Jika anak kekurangan tidur terus menerus secara otomatis pertumbuhannya akan terganggu," lanjut lulusan Fakultas Kedokteran UI ini.
Tidak tercukupinya waktu tidur bisa membuat anak obesitas karena saat kurang tidur, metabolisme badan manusia akan menurun untuk menjaga keseimbangan dari kekurangan istirahat. Penurunan metabolisme inilah yang bisa mengakibatkan anak obesitas karena kalori yang dibakar menjadi lebih sedikit.
"Selain itu, bergadang akan meningkatkan rasa lapar yang akhirnya meningkatkan asupan kalori dalam sehari," tutup dr Marissa.
(rdn/vta)











































