Mungkinkah Pertumbuhan Anak 2 Tahun ke Atas Bisa Optimal Tanpa Susu?

Mungkinkah Pertumbuhan Anak 2 Tahun ke Atas Bisa Optimal Tanpa Susu?

- detikHealth
Rabu, 14 Mei 2014 13:06 WIB
Mungkinkah Pertumbuhan Anak 2 Tahun ke Atas Bisa Optimal Tanpa Susu?
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Yogyakarta - Dapat memberikan ASI hingga buah hati berusia dua tahun merupakan kebanggaan tersendiri bagi ibu. Setelah buah hati berusia dua tahun, mungkinkah pertumbuhannya tetap optimal meski tanpa susu?

"Kebutuhan protein tidak hanya didapat dari susu, tetapi juga bisa dari ayam, ikan, telur, dan sebagainya," jelas M Dora Tri Yogyantini, SGz, ahli gizi di Instalasi Gizi RS Panti Rapih, dalam Temu Pakar "Kenali Alergi Susu Sapi, Optimalkan Tumbuh Kembang si Kecil", seperti ditulis pada Rabu (14/5/2014).

Oleh karena itu meskipun tak mendapat susu, balita akan tetap tumbuh sehat dan optimal asalkan mendapat nutrisi yang lengkap. Nutrisi-nutrisi tersebut bisa didapat jika ibu memberikan makanan yang beraneka ragam jenisnya. Tak lupa juga untuk melengkapi nutrisi si kecil dengan sayur dan buah dalam jumlah yang mencukupi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dora juga menyarankan para ibu untuk memberikan telur pada anak. Pasalnya telur memiliki kandungan asam amino yang lengkap dan baik untuk pertumbuhan anak. Terlebih lagi, telur merupakan sumber protein yang sempurna bagi anak yang tak memiliki alergi.

"Saran saya, yang wajib untuk anak, yang pertama adalah telur. Itu kalau tidak ada alergi. Telur itu adalah makanan wajib untuk anak karena kandungan asam aminonya lengkap yakni ada 23 faktor. Telur juga merupakan protein yang sempurna karena telur bisa digunakan untuk pertumbuhan berat dan tinggi badan," terangnya.

Lantas bagaimana anak memperoleh asupan kalsium jika tak mengonsumsi susu? Tak perlu khawatir, masih banyak makanan lain yang kaya akan kalsium. Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, Sp, GK, menyarankan konsumsi ikan beserta tulangnya serta sayuran berwarna hijau seperti bayam sebagai pilihan sumber kalsium selain susu.

Meski demikian, perlu diingat bahwa kalsium yang masuk ke dalam tubuh, baik dari susu maupun sumber lain, hanya bisa diserap dengan baik oleh tulang jika tubuh mendapat cukup asupan lain seperti vitamin D, magnesium, serta melakukan cukup olahraga. Oleh karena itu konsumsi makanan kaya kalsium akan percuma jika anak tak mendapat cukup vitamin D, magnesium, atau jarang melakukan aktivitas fisik.

Khawatir buah hati terkena osteoporosis lantaran tak mengonsumsi susu? Penelitian berjudul Nurses’ Health Study pada tahun 2003 memantau lebih dari 72.000 wanita menopause selama 18 tahun. Penelitian itu menemukan bahwa risiko patah tulang pinggul pada peminum susu tidak lebih kecil dari mereka yang tidak minum susu. Upaya untuk menghindari risiko osteoporosis bisa dilakukan dengan melakukan olahraga, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan tidak menggunakan obat-obatan tertentu yang mencuri banyak kalsium dari tubuh.

(vit/vit)

Berita Terkait