"Bila mendengar anak tidur ngorok, tentunya tidak normal. Mendengkur merupakan akibat dari stridor atau sumbatan yang terdapat di jalan napas kita," terang dr Marissa TS Pudjiadi SpA dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (14/5/2014).
Menurut dr Marissa, bila mendengar anak mendengkur, sebaiknya orang tua segera membawa si kecil untuk konsultasi ke dokter guna memastikan apakah suara dengkuran tersebut memerlukan penanganan lebih jauh atau masih dalam batas normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi anak mendengkur, lalu berhenti napas sejenak lalu seperti gelagapan untuk bernapas kembali yang diakibatkan oleh air hunger dan saturasi oksigennya menurun," imbuh dokter yang praktik di RS Premiere Jatinegara ini.
Sementara itu, peneliti di Cincinnati Children’s Hospital Medical Center mengatakan bahwa dengkuran yang sering dan keras pada anak bisa menjadi indikasi anak sedang menghadapi masalah seperti hiperaktif, kurang konsentrasi, atau depresi.
Dalam studinya, peneliti mengamati 249 anak dan data survei dikumpulkan dari ibu mereka tentang kebiasaan tidurnya. Studi ini menemukan anak usia 2-3 tahun yang mendengkur keras minimal dua kali seminggu memiliki lebih banyak masalah perilaku ketimbang anak seusianya yang tidak mendengkur.
(rdn/vit)











































