Meski Bisa Tertular, Anak-anak Tak Akan Menularkan TB

Meski Bisa Tertular, Anak-anak Tak Akan Menularkan TB

- detikHealth
Kamis, 15 Mei 2014 12:15 WIB
Meski Bisa Tertular, Anak-anak Tak Akan Menularkan TB
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Tak hanya orang dewasa, ketika anak didagnosa tuberkulosis (TB), pemberian obat selama enam bulan tak boleh 'putus di jalan'. Jika tidak, kuman Mycobacterium tuberculosis pun hanya pingsan alias tidak mati.

Meski begitu, ketika anak didiagnosa TB, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan skrining pada orang-orang di sekitarnya terutama orang tua, demikian dikatakan dr Pompini Agustina, SpP dari RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.

"Anak bisa tertular TB tapi dia tidak menularkan. Maka dari itu perlu skrining pada orang dewasanya. Sama saja jika sudah sembuh tapi tertular dia bisa tertular kuman TB lagi," kata dr Pompi saat ditemui detikHealth di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, dan ditulis pada Kamis (15/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Pompi mengatakan anak tak akan menularkan kuman TB karena saat batuk pun dahaknya akan tertelan lagi oleh mereka. Sehingga perpindahan kuman dari anak ke orang dewasa jarang terjadi.

Setelah anak dinyatakan sembuh alias sudah bebas kuman TB, dr Pompi menyarankan supaya mereka menjalani pola hidup sehat di antaranya yang terpenting adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengonsumsi makanan bergizi.

"Dengan PHBS dan makanan bergizi, diharapkan anak punya daya tahan tubuh yang kuat sehingga anak nggak gampang tertular penyakit termasuk cacar air lho," lanjut dr Pompi.

Memang, gejala TB pada anak seringkali sulit dikenali dan tidak khas. Beberapa di antaranya yaitu penurunan berat badan, lemah dan lesu. Jika batuk merupakan gejala utama TB yang perlu diperhatikan pada orang dewasa, maka tidak pada anak. Ya, batuk pada anak bukanlah gejala utama TB.

Anak berusia di bawah 3 tahun dan dengan malnutrisi memiliki risiko paling tinggi untuk terkena TB. TB terutama menyerang paru, tapi 20-30 persen TB pada anak juga menyerang organ lainnya. Bayi dan balita paling berisiko terkena TB berat seperti meningitis TB, yang bisa menimbulkan buta, tuli, serta kelumpuhan.

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads