Memilih Aerobik untuk Anak? Tak Usah Bingung, Ada Banyak Ragamnya

Memilih Aerobik untuk Anak? Tak Usah Bingung, Ada Banyak Ragamnya

- detikHealth
Sabtu, 17 Mei 2014 08:01 WIB
Memilih Aerobik untuk Anak? Tak Usah Bingung, Ada Banyak Ragamnya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Salah satu jenis olahraga yang baik untuk anak adalah olahraga aerobik. Tetapi meminta anak-anak untuk melakukan olahraga aerobik kemungkinan besar justru membuat mereka mengernyitkan dahi. Olahraga aerobik, apa itu? Apakah yang dilakukan di pusat kebugaran?

Sebenarnya olahraga aerobik tak selalu berarti fitnes atau olahraga yang dilakukan di pusat kebugaran bersama pelatih. Pada dasarnya olahraga aerobik ialah olahraga yang melibatkan banyak otot sehingga tubuh membutuhkan asupan oksigen tambahan. Demikian menurut Liz Ernst, fisiolog olahraga di Klinik Wesley Life Shape.

"Secara umum, olahraga aerobik adalah olahraga berintensitas rendah yang dapat meningkatkan denyut jantung hingga 65-75 persen denyut jantung maksimal," terang Ernst seperti dilansir ABC Australia dan ditulis pada Sabtu (17/5/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai denyut maksimal, Ernst menjelaskan bahwa denyut maksimal ialah jumlah denyut per menit ketika jantung bekerja maksimal. Jumlah tersebut biasanya didapat dengan mengurangi angka 220 dengan usia saat ini. Menurut Ernst, meningkatnya detak jantung membuat paru-paru dan jantung bekerja lebih keras sehingga kondisi dua alat vital itu tetap prima.

Nah, orangtua tak perlu kelimpungan memikirkan olahraga aerobik yang tepat untuk anak. Pasalnya ada beragam jenis aktivitas fisik yang tergolong sebagai olahraga aerobik. Misalnya bersepeda, berlari, berjalan-jalan, lompat tali, berenang, bahkan bermain sepak bola. Selain menyehatkan, mayoritas anak sangat menggemari aktivitas-aktivitas tersebut.

Selain menyenangkan, banyak manfaat yang bisa diraup dari aktivitas aerobik. Dr Carolyn Broderick, staf spesialis bagian Sport and Exercise Medicine di Rumah Sakit Anak Westmead menuturkan bahwa teratur melakukan olahraga aerobik dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit kronis seperti gangguan jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi. Manfaat tersebut tidak hanya didapat oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang rutin melakukan olahraga aerobik.

Apakah hanya itu? Tidak. Sebuah studi menguak bahwa aktivitas aerobik juga dapat meningkatkan kesehatan mental, perilaku, performa akademik, dan kemampuan berpikir anak. Agar mendapatkan manfaat maksimal, olahraga sebaiknya dilakukan dalam durasi 60 menit untuk olahraga sedang atau 20 hingga 60 menit untuk olahraga berat, selama tiga hari per minggu.

Tak perlu pergi ke pusat kebugaran, anak-anak dapat melakukan olahraga aerobik di mana saja. Misalnya dengan bersepeda, berlarian di halaman, menari, berenang, bermain lempar bola, maupun meluncur di arena ice skating. Ingin melakukan olahraga aerobik bersama-sama? Anda dan seluruh anggota keluarga bisa berjalan-jalan sembari berolahraga di pantai, di kebun binatang, atau di taman. Pekerjaan rumah tangga seperti mengajak peliharaan berjalan-jalan, mencuci mobil, maupun memotong rumput juga termasuk aktivitas olahraga lho.



(up/up)

Berita Terkait