Spesialis kedokteran olahraga, dr Michael Triangto SpKO, dalam perbincangan dengan detikHealth pada Selasa (20/5/2014) memaparkan daftar latihan yang bisa dilakukan anak-anak Anda, khususnya yang usia sekolah dasar (SD), agar badannya tumbuh tinggi:
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
1. Lari dan Lempar
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Permainan sederhana yang sebenarnya bisa menjadi latihan fisik anak agar badannya tumbuh tinggi antara lain petak umpet, sepakbola, maupun lempar tangkap bola. Bada saat melakukan aktivitas ini, anak akan aktif berlari dan menggerakkan anggota tubuhnya, sehingga akan memperkuat tulang. Karena anak masih berada dalam tahap pertumbuhan, maka tulangnya juga akan lebih berkembang.
1. Lari dan Lempar
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Permainan sederhana yang sebenarnya bisa menjadi latihan fisik anak agar badannya tumbuh tinggi antara lain petak umpet, sepakbola, maupun lempar tangkap bola. Bada saat melakukan aktivitas ini, anak akan aktif berlari dan menggerakkan anggota tubuhnya, sehingga akan memperkuat tulang. Karena anak masih berada dalam tahap pertumbuhan, maka tulangnya juga akan lebih berkembang.
2. Bunny Jumping
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Menurut dia, saat tulang bagian kaki distimulasi agar lebih panjang, maka tulang lengan juga harus mendapat perlakuan serupa. Jika tidak, bisa terjadi kakinya panjang namun lengannya pendek, sehingga tidak proporsional.
"Bunny jumping bisa dilakukan semua orang. Pada saat dia melompat, ada tekanan pada sumbu tulang panjang, terutama tulang tungkai. Itu merangsang pertumbuhan tulang pada anak. Tanpa rangsangan tidak akan mencapai tinggi yang optimal," lanjut dr Michael.
2. Bunny Jumping
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Menurut dia, saat tulang bagian kaki distimulasi agar lebih panjang, maka tulang lengan juga harus mendapat perlakuan serupa. Jika tidak, bisa terjadi kakinya panjang namun lengannya pendek, sehingga tidak proporsional.
"Bunny jumping bisa dilakukan semua orang. Pada saat dia melompat, ada tekanan pada sumbu tulang panjang, terutama tulang tungkai. Itu merangsang pertumbuhan tulang pada anak. Tanpa rangsangan tidak akan mencapai tinggi yang optimal," lanjut dr Michael.
3. Permainan Dance Revolution
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
"Dance revolution bisa melatih tulang, otot, juga koordinasi gerak. Perintah yang diterima mata, diolah otak, lalu dilakukan oleh tubuhnya. Ini mungkin bisa jadi penyelesaian bagi anak-anak yang sekarang banyak bergantung pada permainan gadget. Namun demikian, ini tidak bisa menggantikan kegiatan di luar ruang. Ortu harus mendampingi, bisa dilakukan seminggu 1-2 kali," papar dr Michael.
3. Permainan Dance Revolution
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
"Dance revolution bisa melatih tulang, otot, juga koordinasi gerak. Perintah yang diterima mata, diolah otak, lalu dilakukan oleh tubuhnya. Ini mungkin bisa jadi penyelesaian bagi anak-anak yang sekarang banyak bergantung pada permainan gadget. Namun demikian, ini tidak bisa menggantikan kegiatan di luar ruang. Ortu harus mendampingi, bisa dilakukan seminggu 1-2 kali," papar dr Michael.
4. Berenang
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
"Tapi hati-hati juga. Peran orang tua tidak dapat dikesampingkan untuk mendampingi anaknya melakukan latihan ini agar menghindarkan anak dari bahaya yang mengintai. Misalnya kecelakaan ataupun bahaya pelecehan," imbuh dr Michael.
Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang
dr Michael mengingatkan agar berenang tidak dijadikan sebagai satu-satunya olahraga yang difokuskan untuk menambah tinggi badan. Sebab berenang mengurangi benturan pada anggota badan, sehingga tidak disarankan untuk mencegah osteoporosis.
"Yang berenang tiap hari bisa kena osteopeoris. Yang bisa menghindarkan dari osteoporosis adalah jalan dan joging karena bisa digunakan untuk melatih kekuatan tulang," tambahnya.
4. Berenang
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
"Tapi hati-hati juga. Peran orang tua tidak dapat dikesampingkan untuk mendampingi anaknya melakukan latihan ini agar menghindarkan anak dari bahaya yang mengintai. Misalnya kecelakaan ataupun bahaya pelecehan," imbuh dr Michael.
Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang
dr Michael mengingatkan agar berenang tidak dijadikan sebagai satu-satunya olahraga yang difokuskan untuk menambah tinggi badan. Sebab berenang mengurangi benturan pada anggota badan, sehingga tidak disarankan untuk mencegah osteoporosis.
"Yang berenang tiap hari bisa kena osteopeoris. Yang bisa menghindarkan dari osteoporosis adalah jalan dan joging karena bisa digunakan untuk melatih kekuatan tulang," tambahnya.
5. Bergelantung
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
"Masalah pada postur tubuh busa ditangani dengan latihan bergelantung. Misalnya tadinya bungkuk, lalu badannya tegap, itu kan tingginya jadi bisa bertambah 2-3 cm. Ini bisa sangat membantu, namun tidak bisa menggantikan latihan seperti bunny jump," sebut dr Michael.
5. Bergelantung
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
"Masalah pada postur tubuh busa ditangani dengan latihan bergelantung. Misalnya tadinya bungkuk, lalu badannya tegap, itu kan tingginya jadi bisa bertambah 2-3 cm. Ini bisa sangat membantu, namun tidak bisa menggantikan latihan seperti bunny jump," sebut dr Michael.
Halaman 2 dari 12











































