Ini Dia Daftar Latihan Agar Badan Anak Anda Tumbuh Tinggi

Ini Dia Daftar Latihan Agar Badan Anak Anda Tumbuh Tinggi

- detikHealth
Selasa, 20 Mei 2014 14:57 WIB
Ini Dia Daftar Latihan Agar Badan Anak Anda Tumbuh Tinggi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Genetika memang berpengaruh pada tinggi badan anak. Namun tinggi badan anak bisa dimaksimalkan dengan memberikan latihan yang tepat dan makanan dengan gizi yang cukup. Nah latihan apa saja yang bisa memaksimalkan tinggi badan anak Anda?

Spesialis kedokteran olahraga, dr Michael Triangto SpKO, dalam perbincangan dengan detikHealth pada Selasa (20/5/2014) memaparkan daftar latihan yang bisa dilakukan anak-anak Anda, khususnya yang usia sekolah dasar (SD), agar badannya tumbuh tinggi:

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

1. Lari dan Lempar

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
"Jika berbicara anak SD, di mana usianya pasti di atas 5 tahun, maka lari, lempar dan lompat bisa menjadi bagian dari program olahraga. Sebenarnya semua permainan anak yang dilakukan di luar ruangan mengadung latihan itu," ujar dr Michael.

Permainan sederhana yang sebenarnya bisa menjadi latihan fisik anak agar badannya tumbuh tinggi antara lain petak umpet, sepakbola, maupun lempar tangkap bola. Bada saat melakukan aktivitas ini, anak akan aktif berlari dan menggerakkan anggota tubuhnya, sehingga akan memperkuat tulang. Karena anak masih berada dalam tahap pertumbuhan, maka tulangnya juga akan lebih berkembang.

1. Lari dan Lempar

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
"Jika berbicara anak SD, di mana usianya pasti di atas 5 tahun, maka lari, lempar dan lompat bisa menjadi bagian dari program olahraga. Sebenarnya semua permainan anak yang dilakukan di luar ruangan mengadung latihan itu," ujar dr Michael.

Permainan sederhana yang sebenarnya bisa menjadi latihan fisik anak agar badannya tumbuh tinggi antara lain petak umpet, sepakbola, maupun lempar tangkap bola. Bada saat melakukan aktivitas ini, anak akan aktif berlari dan menggerakkan anggota tubuhnya, sehingga akan memperkuat tulang. Karena anak masih berada dalam tahap pertumbuhan, maka tulangnya juga akan lebih berkembang.

2. Bunny Jumping

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bunny jumping alias lompat kelinci juga disarankan dr Michael agar dimasukkan dalam daftar latihan untuk memaksimalkan tinggi anak. "Kalau mau anaknya tinggi optimal, maka harus diberikan latihan yang melibatkan tekanan pada sumbu tulang panjang yaitu tungkai atas maupun bawah, tulang belakang, dan lengan," jelas dr Michael.

Menurut dia, saat tulang bagian kaki distimulasi agar lebih panjang, maka tulang lengan juga harus mendapat perlakuan serupa. Jika tidak, bisa terjadi kakinya panjang namun lengannya pendek, sehingga tidak proporsional.

"Bunny jumping bisa dilakukan semua orang. Pada saat dia melompat, ada tekanan pada sumbu tulang panjang, terutama tulang tungkai. Itu merangsang pertumbuhan tulang pada anak. Tanpa rangsangan tidak akan mencapai tinggi yang optimal," lanjut dr Michael.

2. Bunny Jumping

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bunny jumping alias lompat kelinci juga disarankan dr Michael agar dimasukkan dalam daftar latihan untuk memaksimalkan tinggi anak. "Kalau mau anaknya tinggi optimal, maka harus diberikan latihan yang melibatkan tekanan pada sumbu tulang panjang yaitu tungkai atas maupun bawah, tulang belakang, dan lengan," jelas dr Michael.

Menurut dia, saat tulang bagian kaki distimulasi agar lebih panjang, maka tulang lengan juga harus mendapat perlakuan serupa. Jika tidak, bisa terjadi kakinya panjang namun lengannya pendek, sehingga tidak proporsional.

"Bunny jumping bisa dilakukan semua orang. Pada saat dia melompat, ada tekanan pada sumbu tulang panjang, terutama tulang tungkai. Itu merangsang pertumbuhan tulang pada anak. Tanpa rangsangan tidak akan mencapai tinggi yang optimal," lanjut dr Michael.

3. Permainan Dance Revolution

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bermain sambil berolahraga pas benar bagi anak-anak. Salah satunya adalah dengan melakukan permainan dance revolution. Permainan ini memberikan sejumlah perintah pada pemainnya untuk bergerak, misalnya melompat ke depan dan belakang, juga melakukan gerakan semacam tarian.

"Dance revolution bisa melatih tulang, otot, juga koordinasi gerak. Perintah yang diterima mata, diolah otak, lalu dilakukan oleh tubuhnya. Ini mungkin bisa jadi penyelesaian bagi anak-anak yang sekarang banyak bergantung pada permainan gadget. Namun demikian, ini tidak bisa menggantikan kegiatan di luar ruang. Ortu harus mendampingi, bisa dilakukan seminggu 1-2 kali," papar dr Michael.

3. Permainan Dance Revolution

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bermain sambil berolahraga pas benar bagi anak-anak. Salah satunya adalah dengan melakukan permainan dance revolution. Permainan ini memberikan sejumlah perintah pada pemainnya untuk bergerak, misalnya melompat ke depan dan belakang, juga melakukan gerakan semacam tarian.

"Dance revolution bisa melatih tulang, otot, juga koordinasi gerak. Perintah yang diterima mata, diolah otak, lalu dilakukan oleh tubuhnya. Ini mungkin bisa jadi penyelesaian bagi anak-anak yang sekarang banyak bergantung pada permainan gadget. Namun demikian, ini tidak bisa menggantikan kegiatan di luar ruang. Ortu harus mendampingi, bisa dilakukan seminggu 1-2 kali," papar dr Michael.

4. Berenang

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Latihan lainnya untuk memaksimalkan tinggi anak adalah dengan berenang. Kegiatan ini bisa mengembangkan kemampuan otot dan tulangnya. Selain itu latihan ini juga penting untuk koordinasi gerak.

"Tapi hati-hati juga. Peran orang tua tidak dapat dikesampingkan untuk mendampingi anaknya melakukan latihan ini agar menghindarkan anak dari bahaya yang mengintai. Misalnya kecelakaan ataupun bahaya pelecehan," imbuh dr Michael.
Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang
dr Michael mengingatkan agar berenang tidak dijadikan sebagai satu-satunya olahraga yang difokuskan untuk menambah tinggi badan. Sebab berenang mengurangi benturan pada anggota badan, sehingga tidak disarankan untuk mencegah osteoporosis.

"Yang berenang tiap hari bisa kena osteopeoris. Yang bisa menghindarkan dari osteoporosis adalah jalan dan joging karena bisa digunakan untuk melatih kekuatan tulang," tambahnya.

4. Berenang

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Latihan lainnya untuk memaksimalkan tinggi anak adalah dengan berenang. Kegiatan ini bisa mengembangkan kemampuan otot dan tulangnya. Selain itu latihan ini juga penting untuk koordinasi gerak.

"Tapi hati-hati juga. Peran orang tua tidak dapat dikesampingkan untuk mendampingi anaknya melakukan latihan ini agar menghindarkan anak dari bahaya yang mengintai. Misalnya kecelakaan ataupun bahaya pelecehan," imbuh dr Michael.
Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang
dr Michael mengingatkan agar berenang tidak dijadikan sebagai satu-satunya olahraga yang difokuskan untuk menambah tinggi badan. Sebab berenang mengurangi benturan pada anggota badan, sehingga tidak disarankan untuk mencegah osteoporosis.

"Yang berenang tiap hari bisa kena osteopeoris. Yang bisa menghindarkan dari osteoporosis adalah jalan dan joging karena bisa digunakan untuk melatih kekuatan tulang," tambahnya.

5. Bergelantung

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bergelantungan, sebut dr Michael, bisa mengurangi efek pengurangan tinggi badan karena masalah pada postur tubuh. Masalah pada postuir tubuh yang dimaksud adalah skoliosis (kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang) dan kifosis (bungkuk).

"Masalah pada postur tubuh busa ditangani dengan latihan bergelantung. Misalnya tadinya bungkuk, lalu badannya tegap, itu kan tingginya jadi bisa bertambah 2-3 cm. Ini bisa sangat membantu, namun tidak bisa menggantikan latihan seperti bunny jump," sebut dr Michael.

5. Bergelantung

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bergelantungan, sebut dr Michael, bisa mengurangi efek pengurangan tinggi badan karena masalah pada postur tubuh. Masalah pada postuir tubuh yang dimaksud adalah skoliosis (kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang) dan kifosis (bungkuk).

"Masalah pada postur tubuh busa ditangani dengan latihan bergelantung. Misalnya tadinya bungkuk, lalu badannya tegap, itu kan tingginya jadi bisa bertambah 2-3 cm. Ini bisa sangat membantu, namun tidak bisa menggantikan latihan seperti bunny jump," sebut dr Michael.
Halaman 2 dari 12
"Jika berbicara anak SD, di mana usianya pasti di atas 5 tahun, maka lari, lempar dan lompat bisa menjadi bagian dari program olahraga. Sebenarnya semua permainan anak yang dilakukan di luar ruangan mengadung latihan itu," ujar dr Michael.

Permainan sederhana yang sebenarnya bisa menjadi latihan fisik anak agar badannya tumbuh tinggi antara lain petak umpet, sepakbola, maupun lempar tangkap bola. Bada saat melakukan aktivitas ini, anak akan aktif berlari dan menggerakkan anggota tubuhnya, sehingga akan memperkuat tulang. Karena anak masih berada dalam tahap pertumbuhan, maka tulangnya juga akan lebih berkembang.

"Jika berbicara anak SD, di mana usianya pasti di atas 5 tahun, maka lari, lempar dan lompat bisa menjadi bagian dari program olahraga. Sebenarnya semua permainan anak yang dilakukan di luar ruangan mengadung latihan itu," ujar dr Michael.

Permainan sederhana yang sebenarnya bisa menjadi latihan fisik anak agar badannya tumbuh tinggi antara lain petak umpet, sepakbola, maupun lempar tangkap bola. Bada saat melakukan aktivitas ini, anak akan aktif berlari dan menggerakkan anggota tubuhnya, sehingga akan memperkuat tulang. Karena anak masih berada dalam tahap pertumbuhan, maka tulangnya juga akan lebih berkembang.

Bunny jumping alias lompat kelinci juga disarankan dr Michael agar dimasukkan dalam daftar latihan untuk memaksimalkan tinggi anak. "Kalau mau anaknya tinggi optimal, maka harus diberikan latihan yang melibatkan tekanan pada sumbu tulang panjang yaitu tungkai atas maupun bawah, tulang belakang, dan lengan," jelas dr Michael.

Menurut dia, saat tulang bagian kaki distimulasi agar lebih panjang, maka tulang lengan juga harus mendapat perlakuan serupa. Jika tidak, bisa terjadi kakinya panjang namun lengannya pendek, sehingga tidak proporsional.

"Bunny jumping bisa dilakukan semua orang. Pada saat dia melompat, ada tekanan pada sumbu tulang panjang, terutama tulang tungkai. Itu merangsang pertumbuhan tulang pada anak. Tanpa rangsangan tidak akan mencapai tinggi yang optimal," lanjut dr Michael.

Bunny jumping alias lompat kelinci juga disarankan dr Michael agar dimasukkan dalam daftar latihan untuk memaksimalkan tinggi anak. "Kalau mau anaknya tinggi optimal, maka harus diberikan latihan yang melibatkan tekanan pada sumbu tulang panjang yaitu tungkai atas maupun bawah, tulang belakang, dan lengan," jelas dr Michael.

Menurut dia, saat tulang bagian kaki distimulasi agar lebih panjang, maka tulang lengan juga harus mendapat perlakuan serupa. Jika tidak, bisa terjadi kakinya panjang namun lengannya pendek, sehingga tidak proporsional.

"Bunny jumping bisa dilakukan semua orang. Pada saat dia melompat, ada tekanan pada sumbu tulang panjang, terutama tulang tungkai. Itu merangsang pertumbuhan tulang pada anak. Tanpa rangsangan tidak akan mencapai tinggi yang optimal," lanjut dr Michael.

Bermain sambil berolahraga pas benar bagi anak-anak. Salah satunya adalah dengan melakukan permainan dance revolution. Permainan ini memberikan sejumlah perintah pada pemainnya untuk bergerak, misalnya melompat ke depan dan belakang, juga melakukan gerakan semacam tarian.

"Dance revolution bisa melatih tulang, otot, juga koordinasi gerak. Perintah yang diterima mata, diolah otak, lalu dilakukan oleh tubuhnya. Ini mungkin bisa jadi penyelesaian bagi anak-anak yang sekarang banyak bergantung pada permainan gadget. Namun demikian, ini tidak bisa menggantikan kegiatan di luar ruang. Ortu harus mendampingi, bisa dilakukan seminggu 1-2 kali," papar dr Michael.

Bermain sambil berolahraga pas benar bagi anak-anak. Salah satunya adalah dengan melakukan permainan dance revolution. Permainan ini memberikan sejumlah perintah pada pemainnya untuk bergerak, misalnya melompat ke depan dan belakang, juga melakukan gerakan semacam tarian.

"Dance revolution bisa melatih tulang, otot, juga koordinasi gerak. Perintah yang diterima mata, diolah otak, lalu dilakukan oleh tubuhnya. Ini mungkin bisa jadi penyelesaian bagi anak-anak yang sekarang banyak bergantung pada permainan gadget. Namun demikian, ini tidak bisa menggantikan kegiatan di luar ruang. Ortu harus mendampingi, bisa dilakukan seminggu 1-2 kali," papar dr Michael.

Latihan lainnya untuk memaksimalkan tinggi anak adalah dengan berenang. Kegiatan ini bisa mengembangkan kemampuan otot dan tulangnya. Selain itu latihan ini juga penting untuk koordinasi gerak.

"Tapi hati-hati juga. Peran orang tua tidak dapat dikesampingkan untuk mendampingi anaknya melakukan latihan ini agar menghindarkan anak dari bahaya yang mengintai. Misalnya kecelakaan ataupun bahaya pelecehan," imbuh dr Michael.
Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang
dr Michael mengingatkan agar berenang tidak dijadikan sebagai satu-satunya olahraga yang difokuskan untuk menambah tinggi badan. Sebab berenang mengurangi benturan pada anggota badan, sehingga tidak disarankan untuk mencegah osteoporosis.

"Yang berenang tiap hari bisa kena osteopeoris. Yang bisa menghindarkan dari osteoporosis adalah jalan dan joging karena bisa digunakan untuk melatih kekuatan tulang," tambahnya.

Latihan lainnya untuk memaksimalkan tinggi anak adalah dengan berenang. Kegiatan ini bisa mengembangkan kemampuan otot dan tulangnya. Selain itu latihan ini juga penting untuk koordinasi gerak.

"Tapi hati-hati juga. Peran orang tua tidak dapat dikesampingkan untuk mendampingi anaknya melakukan latihan ini agar menghindarkan anak dari bahaya yang mengintai. Misalnya kecelakaan ataupun bahaya pelecehan," imbuh dr Michael.
Skoliosis adalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang
dr Michael mengingatkan agar berenang tidak dijadikan sebagai satu-satunya olahraga yang difokuskan untuk menambah tinggi badan. Sebab berenang mengurangi benturan pada anggota badan, sehingga tidak disarankan untuk mencegah osteoporosis.

"Yang berenang tiap hari bisa kena osteopeoris. Yang bisa menghindarkan dari osteoporosis adalah jalan dan joging karena bisa digunakan untuk melatih kekuatan tulang," tambahnya.

Bergelantungan, sebut dr Michael, bisa mengurangi efek pengurangan tinggi badan karena masalah pada postur tubuh. Masalah pada postuir tubuh yang dimaksud adalah skoliosis (kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang) dan kifosis (bungkuk).

"Masalah pada postur tubuh busa ditangani dengan latihan bergelantung. Misalnya tadinya bungkuk, lalu badannya tegap, itu kan tingginya jadi bisa bertambah 2-3 cm. Ini bisa sangat membantu, namun tidak bisa menggantikan latihan seperti bunny jump," sebut dr Michael.

Bergelantungan, sebut dr Michael, bisa mengurangi efek pengurangan tinggi badan karena masalah pada postur tubuh. Masalah pada postuir tubuh yang dimaksud adalah skoliosis (kelainan pada rangka tubuh berupa kelengkungan tulang belakang) dan kifosis (bungkuk).

"Masalah pada postur tubuh busa ditangani dengan latihan bergelantung. Misalnya tadinya bungkuk, lalu badannya tegap, itu kan tingginya jadi bisa bertambah 2-3 cm. Ini bisa sangat membantu, namun tidak bisa menggantikan latihan seperti bunny jump," sebut dr Michael.

(vit/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads