Menurut pakar gizi dr Titi Sekairndah MS, SpGK, orang tua jangan sampai melewatkan sarapan anak. Meski sepele, namun sarapan akan memasok kadar gula darah sebagai sumber energi di otak sehingga anak bisa berkonsentrasi di sekolah.
"Kalau anak tidak konsentrasi di sekolah, dia tidak berenergi kan nggak bisa menangkap materi pelajaran dengan baik. Maka dari itu jangan sampai anak nggak sarapan," tutur dr Titi saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (21/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ada beberapa anak yang tidak bisa makan di jam-jam yang terlalu pagi. Nah, untuk menyiasatinya, dr Titi menganjurkan bawakan bekal anak tetapi untuk sarapan. Misalkan roti isi selai kacang atau nasi goreng.
Penting juga membawakan anak bekal daripada ia jajan sembarangan di sekolah. Terutama untuk produk makanan ringan yang cenderung mengandung banyak garam, pengawet, dan MSG. Agar anak mau membawa bekal, orang tua bisa membuatkan menu yang menarik.
"Bikinin saja sandwich, lasagna, macaroni schottel, atau lontong isi ayam atau sayur, roti dengan selai kacang. Pokoknya menu yang memang ia suka, menarik, dan pastinya bergizi," tutur dr Titi.
Hal terpenting untuk membantu anak tumbuh cerdas yakni mencukupi kebutuhan gizinya. Penuhi kebutuhan karbohidat seperti nasi, kentang, roti, pasta, lalu protein dari telur, ayam, atau daging, serta biasakan untuk makan sayur dan buah yang kaya akan vitamin dan mineral untuk proses metabolisme tubuh.
"Susu juga sangat penting untuk dikonsumsi mengingat anak-anak masih dalam masa pertumbuhan," imbuh dr Titi.
(rdn/vit)











































