Menurut psikolog anak dan remaja Anna Surti Ariani S.Psi, MSi, hal ini bisa saja terjadi meskipun tidak semua anak yang pintar dan berprestasi di sekolah selalu menyendiri dan ogah bergaul dengan teman-temannya.
"Anak yang seperti itu berarti ia memiliki kecerdasan akademik termasuk bahasa, matematika, dan visual spasial, tapi dia tidak terlalu unggul dalam kecerdasan interpesonal untuk bergaul dengan orang lain," tutur wanita yang akrab disapa Nina ini.
Dijelaskan Nina dalam teori multiple intelligent, ada beberapa jenis kecerdasan yang dimiliki anak yaitu kecerdasan akademik, eksistensial terkait kepercayaan diri), verbal, visual spasial, fisik, musikal, alam, interpersonal dan intrapersonal.
Nah agar anak memiliki kecerdasan interpersonal dan akademis, maka orang tua perlu mengubah kebiasaan anak. Caranya adalah dengan melibatkan anak ke berbagai kegiatan yang bisa membuat ia bersosialiasi dengan orang lain.
Saat di rumah, perbolehkan anak bermain dengan teman sebayanya. Atau undang teman-teman sekolahnya ke rumah karena berbeda tempat, akan berbeda pula interaksi anak.
"Yang diomongin mereka di tempat berbeda pasti nggak sama. Makanya dengan begitu diharapkan kecerdasan anak baik interpersonal ataupun akademis dua-duanya sama-sama bagus," ucap Nina.
(rdn/vta)











































