Anak Kurang Tidur Berakibat Buruk, Begini Cara Mengatasinya

Anak Kurang Tidur Berakibat Buruk, Begini Cara Mengatasinya

- detikHealth
Jumat, 23 Mei 2014 12:52 WIB
Anak Kurang Tidur Berakibat Buruk, Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Cukup tidur sangatlah penting peranannya, mulai dari menjaga konsentrasi, mempertahankan ketajaman memori, hingga mendongkrak suasana hati. Sayangnya, riset membuktikan banyak orang dewasa dan remaja yang tidak mendapat cukup tidur berkualitas. Tak hanya orang dewasa dan remaja, anak-anak pun berisiko mengalami kurang tidur.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics pada bulan Maret menyebutkan, kualitas tidur yang buruk pada anak-anak dapat mengarah pada masalah berat badan. Secara umum, kurangnya kualitas tidur juga berdampak buruk pada kesehatan fisik, emosional, dan sosial anak.

Agar buah hati tak terimbas efek buruk akibat kurang tidur, apa saja yang harus dilakukan? Inilah beberapa kiat agar anak mendapat cukup tidur, seperti dilansir CNN dan ditulis pada Jumat (23/5/2014).

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

1. Mengenali tanda anak yang tidak cukup tidur

"Jika anak bangun dengan mudah dan gembira di pagi hari, dan anak tidak tumbang di sore hari lantaran kelelahan, kemungkinan anak telah beristirahan dnegan baik," kata Dr Jennifer Shu, dokter anak sekaligus pakar di Health's Living Well CNN. Oleh karena itu, jika anak bangun di pagi hari dengan suasana hati yang buruk maka kemungkinan besar anak tidak mendapat cukup tidur atau istirahat.

1. Mengenali tanda anak yang tidak cukup tidur

"Jika anak bangun dengan mudah dan gembira di pagi hari, dan anak tidak tumbang di sore hari lantaran kelelahan, kemungkinan anak telah beristirahan dnegan baik," kata Dr Jennifer Shu, dokter anak sekaligus pakar di Health's Living Well CNN. Oleh karena itu, jika anak bangun di pagi hari dengan suasana hati yang buruk maka kemungkinan besar anak tidak mendapat cukup tidur atau istirahat.

2. Menegaskan pentingnya tidur

Hal paling mudah dan mungkin dilakukan orangtua ialah menegaskan pada anak bahwa tidur merupakan hal yang penting. Hindari menjadwalkan aktivitas-aktivitas seperti kelas musik, olahraga, atau kegiatan sosial di waktu-waktu yang dapat menunda jam tidur anak.

2. Menegaskan pentingnya tidur

Hal paling mudah dan mungkin dilakukan orangtua ialah menegaskan pada anak bahwa tidur merupakan hal yang penting. Hindari menjadwalkan aktivitas-aktivitas seperti kelas musik, olahraga, atau kegiatan sosial di waktu-waktu yang dapat menunda jam tidur anak.

3. Merutinkan waktu tidur

Menurut Dr Shu, akan lebih mudah bagi anak untuk terlelap jika ada waktu tidur yang dapat rutin ia jalani. Dr Shu dan Dr. Laura Jana menyarankan 4-M sebelum tidur, yakni mandi, menggosok gigi, membaca buku, dan mimpi yang indah. Bahkan bagi orang dewasa, meringkuk di kasur sembari membaca buku adalah pertanda bahwa waktu tidur akan semakin dekat. Agar lebih membantu, buat agar anak bangun dan tidur di waktu yang hampir sama setiap hari, bahkan di akhir pekan sekali pun.

3. Merutinkan waktu tidur

Menurut Dr Shu, akan lebih mudah bagi anak untuk terlelap jika ada waktu tidur yang dapat rutin ia jalani. Dr Shu dan Dr. Laura Jana menyarankan 4-M sebelum tidur, yakni mandi, menggosok gigi, membaca buku, dan mimpi yang indah. Bahkan bagi orang dewasa, meringkuk di kasur sembari membaca buku adalah pertanda bahwa waktu tidur akan semakin dekat. Agar lebih membantu, buat agar anak bangun dan tidur di waktu yang hampir sama setiap hari, bahkan di akhir pekan sekali pun.

4. Hindari berolahraga menjelang waktu tidur

Para pakar merekomendasikan agar anak melakukan olahraga setidaknya satu jam setiap hari. Sementara olahraga saat hari masih terang dapat membuat tidur lebih nyenyak, olahraga berat saat mendekati waktu tidur justru membuat anak terus terjaga. Jadi, cobalah untuk mengatur skedul harian anak dengan bijak.

4. Hindari berolahraga menjelang waktu tidur

Para pakar merekomendasikan agar anak melakukan olahraga setidaknya satu jam setiap hari. Sementara olahraga saat hari masih terang dapat membuat tidur lebih nyenyak, olahraga berat saat mendekati waktu tidur justru membuat anak terus terjaga. Jadi, cobalah untuk mengatur skedul harian anak dengan bijak.

5. Mematikan perangkat elektronik

Hindari meletakkan benda-benda berlayar di kamar anak-anak, seperti televisi, ponsel, tablet, atau perangkat game. Pasalnya, hal-hal yang mengandung kekerasan atau kesenangan akan membuat anak sulit tidur. Sedangkan layar yang terang dapat menghambat sekresi melatonin sehingga anak akan semakin sukar terlelap.

5. Mematikan perangkat elektronik

Hindari meletakkan benda-benda berlayar di kamar anak-anak, seperti televisi, ponsel, tablet, atau perangkat game. Pasalnya, hal-hal yang mengandung kekerasan atau kesenangan akan membuat anak sulit tidur. Sedangkan layar yang terang dapat menghambat sekresi melatonin sehingga anak akan semakin sukar terlelap.
Halaman 2 dari 12
"Jika anak bangun dengan mudah dan gembira di pagi hari, dan anak tidak tumbang di sore hari lantaran kelelahan, kemungkinan anak telah beristirahan dnegan baik," kata Dr Jennifer Shu, dokter anak sekaligus pakar di Health's Living Well CNN. Oleh karena itu, jika anak bangun di pagi hari dengan suasana hati yang buruk maka kemungkinan besar anak tidak mendapat cukup tidur atau istirahat.

"Jika anak bangun dengan mudah dan gembira di pagi hari, dan anak tidak tumbang di sore hari lantaran kelelahan, kemungkinan anak telah beristirahan dnegan baik," kata Dr Jennifer Shu, dokter anak sekaligus pakar di Health's Living Well CNN. Oleh karena itu, jika anak bangun di pagi hari dengan suasana hati yang buruk maka kemungkinan besar anak tidak mendapat cukup tidur atau istirahat.

Hal paling mudah dan mungkin dilakukan orangtua ialah menegaskan pada anak bahwa tidur merupakan hal yang penting. Hindari menjadwalkan aktivitas-aktivitas seperti kelas musik, olahraga, atau kegiatan sosial di waktu-waktu yang dapat menunda jam tidur anak.

Hal paling mudah dan mungkin dilakukan orangtua ialah menegaskan pada anak bahwa tidur merupakan hal yang penting. Hindari menjadwalkan aktivitas-aktivitas seperti kelas musik, olahraga, atau kegiatan sosial di waktu-waktu yang dapat menunda jam tidur anak.

Menurut Dr Shu, akan lebih mudah bagi anak untuk terlelap jika ada waktu tidur yang dapat rutin ia jalani. Dr Shu dan Dr. Laura Jana menyarankan 4-M sebelum tidur, yakni mandi, menggosok gigi, membaca buku, dan mimpi yang indah. Bahkan bagi orang dewasa, meringkuk di kasur sembari membaca buku adalah pertanda bahwa waktu tidur akan semakin dekat. Agar lebih membantu, buat agar anak bangun dan tidur di waktu yang hampir sama setiap hari, bahkan di akhir pekan sekali pun.

Menurut Dr Shu, akan lebih mudah bagi anak untuk terlelap jika ada waktu tidur yang dapat rutin ia jalani. Dr Shu dan Dr. Laura Jana menyarankan 4-M sebelum tidur, yakni mandi, menggosok gigi, membaca buku, dan mimpi yang indah. Bahkan bagi orang dewasa, meringkuk di kasur sembari membaca buku adalah pertanda bahwa waktu tidur akan semakin dekat. Agar lebih membantu, buat agar anak bangun dan tidur di waktu yang hampir sama setiap hari, bahkan di akhir pekan sekali pun.

Para pakar merekomendasikan agar anak melakukan olahraga setidaknya satu jam setiap hari. Sementara olahraga saat hari masih terang dapat membuat tidur lebih nyenyak, olahraga berat saat mendekati waktu tidur justru membuat anak terus terjaga. Jadi, cobalah untuk mengatur skedul harian anak dengan bijak.

Para pakar merekomendasikan agar anak melakukan olahraga setidaknya satu jam setiap hari. Sementara olahraga saat hari masih terang dapat membuat tidur lebih nyenyak, olahraga berat saat mendekati waktu tidur justru membuat anak terus terjaga. Jadi, cobalah untuk mengatur skedul harian anak dengan bijak.

Hindari meletakkan benda-benda berlayar di kamar anak-anak, seperti televisi, ponsel, tablet, atau perangkat game. Pasalnya, hal-hal yang mengandung kekerasan atau kesenangan akan membuat anak sulit tidur. Sedangkan layar yang terang dapat menghambat sekresi melatonin sehingga anak akan semakin sukar terlelap.

Hindari meletakkan benda-benda berlayar di kamar anak-anak, seperti televisi, ponsel, tablet, atau perangkat game. Pasalnya, hal-hal yang mengandung kekerasan atau kesenangan akan membuat anak sulit tidur. Sedangkan layar yang terang dapat menghambat sekresi melatonin sehingga anak akan semakin sukar terlelap.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads