Peran Ortu pun Dibutuhkan Agar Remaja Bisa Move On Usai Putus Cinta

Peran Ortu pun Dibutuhkan Agar Remaja Bisa Move On Usai Putus Cinta

- detikHealth
Senin, 09 Jun 2014 14:15 WIB
Peran Ortu pun Dibutuhkan Agar Remaja Bisa Move On Usai Putus Cinta
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sedih, uring-uringan, suasana hati tak menentu, dan tidak bergairah melakukan apa-apa seringkali dialami seseorang saat galau sehabis putus cinta. Hal ini pun seringkali dialami remaja hingga kerap dikatakan mereka tak bisa move on alias kembali membuka lembaran baru setelah putus cinta.

Terkait hal ini, psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri mengungkapkan tidak bisa move on pada remaja sehabis putus cinta biasanya karena memang belum ada kepastian dari keputusan yang diambil sebelumnya.

"Perlu diingat bahwa remaja seringkali bertindak berdasarkan emosi sesaat. Jadi, seringkali mereka belum mendapatkan jawaban dari keadaan yang sebelumnya," tutur wanita yang akrab disapa Zena ini kepada detikHealth, Senin (9/6/2014).

Jawaban dari keadaan yang sebelumnya yang belum didapatkan para remaja bisa terjadi karena ada keterbatasan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan berdasarkan logika.

Agar remaja bisa move on dari masalah asmara yang dialami, orang tua juga bisa berperan dengan membantu membimbing anak dalam mengambil keputusan yang tepat. Hal ini tentunya tidak bisa instan dan diperlukan latihan yang harus dimulai sejak kecil.

"Orang tua perlu memberi pengertian bahwa ada risiko yang harus diterima ketika memutuskan sesuatu. Selain itu ajarai anak bahwapenerimaan yang positif terhadap kondisi diri sangat penting," tambah lulusan fakultas Psikologi UI ini.

Dengan begitu, diharapkan remaja mampu menerima perasaan tidak nyaman dan melanjutkan kegiatannya setelah putus cinta karena menganggap peristiwa itu sebagai bagian dari kehidupan.



(rdn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads