Terkait hal ini, psikolog anak dan remaja Alzena Masykouri mengungkapkan tidak bisa move on pada remaja sehabis putus cinta biasanya karena memang belum ada kepastian dari keputusan yang diambil sebelumnya.
"Perlu diingat bahwa remaja seringkali bertindak berdasarkan emosi sesaat. Jadi, seringkali mereka belum mendapatkan jawaban dari keadaan yang sebelumnya," tutur wanita yang akrab disapa Zena ini kepada detikHealth, Senin (9/6/2014).
Jawaban dari keadaan yang sebelumnya yang belum didapatkan para remaja bisa terjadi karena ada keterbatasan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan berdasarkan logika.
Agar remaja bisa move on dari masalah asmara yang dialami, orang tua juga bisa berperan dengan membantu membimbing anak dalam mengambil keputusan yang tepat. Hal ini tentunya tidak bisa instan dan diperlukan latihan yang harus dimulai sejak kecil.
"Orang tua perlu memberi pengertian bahwa ada risiko yang harus diterima ketika memutuskan sesuatu. Selain itu ajarai anak bahwapenerimaan yang positif terhadap kondisi diri sangat penting," tambah lulusan fakultas Psikologi UI ini.
Dengan begitu, diharapkan remaja mampu menerima perasaan tidak nyaman dan melanjutkan kegiatannya setelah putus cinta karena menganggap peristiwa itu sebagai bagian dari kehidupan.
(rdn/up)











































