Sejak di Kandungan, si Kecil Sudah Bisa Dilatih Punya Jam Tidur Rutin Lho

Sejak di Kandungan, si Kecil Sudah Bisa Dilatih Punya Jam Tidur Rutin Lho

- detikHealth
Selasa, 17 Jun 2014 18:00 WIB
Sejak di Kandungan, si Kecil Sudah Bisa Dilatih Punya Jam Tidur Rutin Lho
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Semakin beranjak usia, ada sebagian anak yang jam tidur malamnya berkurang. Padahal mendapat waktu tidur malam yang rutin sangat berpengaruh pada pertumbuhan si kecil, terutama saat mereka bayi.

"Hormon pertumbuhan itu dikeluarkan ketika anak tidur sekitar jam 11 atau 12 malam, makanya perlu bayi punya bedtime yang rutin, entah saat hari libur atau tidak," tutur Dr dr Rini Sekartini SpA(K) dari RS Cipto Mangunkusumo.

Nah, waktu tidur anak pun bisa dipupuk sejak dalam masa kandungan. Artinya, dikatakan dr Rini jika saat hamil ibu kerap begadang, maka si anak nantinya terbiasa dengan pola waktu tidur yang tidak teratur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebutuhan tidur anak memang bervariasi. Bayi biasanya butuh waktu tidur 16-20 jam. Saat di atas enam bulan, waktu tidurnya mulai berkurang," lanjut dr Rini di sela-sela Bincang-bincang 'From Womb to World' bersama Pampers di Le Meridien Hotel, Jakarta, Selasa (17/6/2014)

Sampai usia empat tahun, anak memang dianjurkan tidur siang. Namun, ibu dr Rini mengingatkan bahwa setelah usia empat tahun anak tidak terlalu memerlukan tidur siang mengingat sudah banyak aktivitas yang bisa dilakukan mereka.

Nah, salah satu hal yang kerap membuat anak terjaga di tengah malam adalah ketika mereka buang air kecil. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika orang tua menggunakan disposable diaper. Namun, patut diperhatikan jangan sampai timbul ruam popok.

"Ruam popok bisa timbul jika kondisi area genital lembab. Oleh karena itu perhatikan apakah diaper sudah penuh atau belum dan tetap beri waltu kulit bayi untuk bernapas, jangan digunakan terus-menerus," terang dr Rini.

Gejala ruam popok disebutkan dr Rini antara lain kulit merah kemudian berlanjut dengan kondisi kulit beruntusan, gatal, ada perubahan warna kulit, bahkan sampai membuat anak demam. Jika anak mengalami gejala tersbeut, orang tua harus segera membawanya ke dokter.



(rdn/up)

Berita Terkait