Tips Hadapi Gangguan Indra Perasa Pasca Kemoterapi (2)

Tips Hadapi Gangguan Indra Perasa Pasca Kemoterapi (2)

- detikHealth
Selasa, 24 Jun 2014 10:40 WIB
Tips Hadapi Gangguan Indra Perasa Pasca Kemoterapi (2)
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Pasca pengobatan kemoterapi, pasien umumnya merasakan efek samping yang tidak nyaman. Efek samping tersebut meliputi perubahan indra perasa yaitu gangguan mulut, perubahan perilaku, nyeri karena gangguan saraf, kerontokan rambut, penurunan atau peningkatan berat badan.

Dari sekian banyak efek samping, perubahan pada indra perasa dan masalah mulut seperti sariawan mempengaruhi pola makan pada pasien kemoterapi. Akibat rasa yang berubah pasien kemoterapi dapat kehilangan nafsu makannya dan dapat berlangsung selama beberapa hari, minggu, bulan, atau bahkan tahunan tergantung dari seberapa lama pengobatan yang dijalani pasien.

Hilangnya nafsu makan mengganggu asupan nutrisi pada tubuh, padahal seorang pasien membutuhkan nutrisi yang lebih karena ia membutuhkan nutrisi untuk melawan sakit kanker dan kebutuhan tubuh. Pada beberapa kasus komplikasi pada mulut seperti sariawan akut, dibutuhkan suplemen dan nutrisi alternatif.

Ditemui pada acara seminar di Yayasan Anyo Indonesia (YAI), Jakarta, dr Angky Tri Rini K.E, SpA (K), dari RS Omni Pulomas memberikan beberapa tips bagi para orangtua atau pasien kemoterapi lainnya yang menghadapi masalah tersebut, seperti ditulis Selasa (24/6/2014).

Ilustrasi (dok: Thinkstock)

1. Cuci Makanan Dengan Garam dan Baking Soda

Mencuci makanan dengan garam dan soda kue berfungsi untuk menetralisir rasa tidak enak yang mungkin muncul bagi pasien kemoterapi yang indra perasanya berubah.

"Biasanya efek samping dari kemoterapi ini ambang batas pahit di lidah menjadi rendah sehingga pasien akan sangat sensitif terhadap rasa pahit dan sebaliknya ambang rasa manis jadi tinggi sehingga pasien butuh rasa manis yang lebih agar terasa," terang dr Angky.

1. Cuci Makanan Dengan Garam dan Baking Soda

Mencuci makanan dengan garam dan soda kue berfungsi untuk menetralisir rasa tidak enak yang mungkin muncul bagi pasien kemoterapi yang indra perasanya berubah.

"Biasanya efek samping dari kemoterapi ini ambang batas pahit di lidah menjadi rendah sehingga pasien akan sangat sensitif terhadap rasa pahit dan sebaliknya ambang rasa manis jadi tinggi sehingga pasien butuh rasa manis yang lebih agar terasa," terang dr Angky.

2. Sesuaikan Jam Makan

Menurut dr Angky, sebaiknya pasien kemoterapi tidak makan satu hingga dua jam sebelum kemoterapi dan baru makan tiga jam setelah kemoterapi.

"Jadwal itu untuk mengurangi efekĀ  pada indra perasa pasca kemoterapi, misal pasien ingin makan setelah kemoterapi ya silahkan saja malah bagus," kata dr Angky.

2. Sesuaikan Jam Makan

Menurut dr Angky, sebaiknya pasien kemoterapi tidak makan satu hingga dua jam sebelum kemoterapi dan baru makan tiga jam setelah kemoterapi.

"Jadwal itu untuk mengurangi efekĀ  pada indra perasa pasca kemoterapi, misal pasien ingin makan setelah kemoterapi ya silahkan saja malah bagus," kata dr Angky.

3. Banyak Minum Air dan Jaga Kebersihan Mulut

Pada pasien kemoterapi, masalah mulut dapat terjadi karena kelenjar liur yang juga ikut terpengaruh. Produksi liur dapat berkurang sehingga mulut menjadi kering. Mulut yang kering dapat menyebabkan bau mulut dan masalah lain seperti gigi berlubang. dr Angky menyarankan untuk minum air putih enam hingga delapan gelas per hari.

"Pasien kemoterapi rawan sariawan banyak, sakit mulutnya. Banyak-banyak minum air dan harus jaga kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan," ujar dr Angky.

3. Banyak Minum Air dan Jaga Kebersihan Mulut

Pada pasien kemoterapi, masalah mulut dapat terjadi karena kelenjar liur yang juga ikut terpengaruh. Produksi liur dapat berkurang sehingga mulut menjadi kering. Mulut yang kering dapat menyebabkan bau mulut dan masalah lain seperti gigi berlubang. dr Angky menyarankan untuk minum air putih enam hingga delapan gelas per hari.

"Pasien kemoterapi rawan sariawan banyak, sakit mulutnya. Banyak-banyak minum air dan harus jaga kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan," ujar dr Angky.

4. Bila Perlu Konsumsi Suplemen Dengan Zinc

Menurut dr Anky, berkurangnya nafsu makan akibat efek samping kemoterapi dapat dibantu dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung zinc sulfat. zinc merangsang nafsu makan dan dapat meningkatkan indra perasa pada pasien kemoterapi.

"Tanyakan pada apoteker, suplemen apa yang mengandung zinc sulfat. Cuma harus hati-hati jangan beli yang ada kandungan asam folatnya karena asam tersebut merupakan media tumbuh sel-sel kanker leukimia," tutup dr Angky.

4. Bila Perlu Konsumsi Suplemen Dengan Zinc

Menurut dr Anky, berkurangnya nafsu makan akibat efek samping kemoterapi dapat dibantu dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung zinc sulfat. zinc merangsang nafsu makan dan dapat meningkatkan indra perasa pada pasien kemoterapi.

"Tanyakan pada apoteker, suplemen apa yang mengandung zinc sulfat. Cuma harus hati-hati jangan beli yang ada kandungan asam folatnya karena asam tersebut merupakan media tumbuh sel-sel kanker leukimia," tutup dr Angky.
Halaman 2 dari 10
Mencuci makanan dengan garam dan soda kue berfungsi untuk menetralisir rasa tidak enak yang mungkin muncul bagi pasien kemoterapi yang indra perasanya berubah.

"Biasanya efek samping dari kemoterapi ini ambang batas pahit di lidah menjadi rendah sehingga pasien akan sangat sensitif terhadap rasa pahit dan sebaliknya ambang rasa manis jadi tinggi sehingga pasien butuh rasa manis yang lebih agar terasa," terang dr Angky.

Mencuci makanan dengan garam dan soda kue berfungsi untuk menetralisir rasa tidak enak yang mungkin muncul bagi pasien kemoterapi yang indra perasanya berubah.

"Biasanya efek samping dari kemoterapi ini ambang batas pahit di lidah menjadi rendah sehingga pasien akan sangat sensitif terhadap rasa pahit dan sebaliknya ambang rasa manis jadi tinggi sehingga pasien butuh rasa manis yang lebih agar terasa," terang dr Angky.

Menurut dr Angky, sebaiknya pasien kemoterapi tidak makan satu hingga dua jam sebelum kemoterapi dan baru makan tiga jam setelah kemoterapi.

"Jadwal itu untuk mengurangi efekĀ  pada indra perasa pasca kemoterapi, misal pasien ingin makan setelah kemoterapi ya silahkan saja malah bagus," kata dr Angky.

Menurut dr Angky, sebaiknya pasien kemoterapi tidak makan satu hingga dua jam sebelum kemoterapi dan baru makan tiga jam setelah kemoterapi.

"Jadwal itu untuk mengurangi efekĀ  pada indra perasa pasca kemoterapi, misal pasien ingin makan setelah kemoterapi ya silahkan saja malah bagus," kata dr Angky.

Pada pasien kemoterapi, masalah mulut dapat terjadi karena kelenjar liur yang juga ikut terpengaruh. Produksi liur dapat berkurang sehingga mulut menjadi kering. Mulut yang kering dapat menyebabkan bau mulut dan masalah lain seperti gigi berlubang. dr Angky menyarankan untuk minum air putih enam hingga delapan gelas per hari.

"Pasien kemoterapi rawan sariawan banyak, sakit mulutnya. Banyak-banyak minum air dan harus jaga kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan," ujar dr Angky.

Pada pasien kemoterapi, masalah mulut dapat terjadi karena kelenjar liur yang juga ikut terpengaruh. Produksi liur dapat berkurang sehingga mulut menjadi kering. Mulut yang kering dapat menyebabkan bau mulut dan masalah lain seperti gigi berlubang. dr Angky menyarankan untuk minum air putih enam hingga delapan gelas per hari.

"Pasien kemoterapi rawan sariawan banyak, sakit mulutnya. Banyak-banyak minum air dan harus jaga kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan," ujar dr Angky.

Menurut dr Anky, berkurangnya nafsu makan akibat efek samping kemoterapi dapat dibantu dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung zinc sulfat. zinc merangsang nafsu makan dan dapat meningkatkan indra perasa pada pasien kemoterapi.

"Tanyakan pada apoteker, suplemen apa yang mengandung zinc sulfat. Cuma harus hati-hati jangan beli yang ada kandungan asam folatnya karena asam tersebut merupakan media tumbuh sel-sel kanker leukimia," tutup dr Angky.

Menurut dr Anky, berkurangnya nafsu makan akibat efek samping kemoterapi dapat dibantu dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung zinc sulfat. zinc merangsang nafsu makan dan dapat meningkatkan indra perasa pada pasien kemoterapi.

"Tanyakan pada apoteker, suplemen apa yang mengandung zinc sulfat. Cuma harus hati-hati jangan beli yang ada kandungan asam folatnya karena asam tersebut merupakan media tumbuh sel-sel kanker leukimia," tutup dr Angky.

(ajg/up)

Berita Terkait