Piring Kecil Hingga Game Konsol, Cara Jitu Atasi Obesitas Anak

Piring Kecil Hingga Game Konsol, Cara Jitu Atasi Obesitas Anak

- detikHealth
Sabtu, 28 Jun 2014 16:00 WIB
Piring Kecil Hingga Game Konsol, Cara Jitu Atasi Obesitas Anak
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Obesitas tak hanya melanda kalangan orang tua saja. Menurut data dari National Diet & Nutrition Survey, anak-anak dan remaja memiliki persentase asupan gula yang cukup tinggi dibanding orang dewasa dan lansia.

Selain asupan gula, berbagai faktor lain dikatakan sebagai penyebabnya, mulai dari kebiasaan makan junk food, kurang olahraga fisik, hingga pola makan di rumah yang jelek.

Meski begitu, orang tua tak perlu khawatir. Dirangkum detikHealth, Sabtu (28/6/2014) ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah obesitas pada anak.

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

1. Jaga kesehatan dengan rumus 5-2-1-0

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Masih terasa asing di telinga kita tentang rumus ini. Menurut Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), pakar tumbuh kembang anak asal RS Dr Sutomo/FK Unair Surabaya, rumus 5-2-1-0 dapat dilakukan para orangtua agar obesitas anaknya tidak semakin parah.

"5 porsi buah dan sayur dalam sehari, 2 jam maksimal menggunakan gadget dan televisi, 1 jam minimal olahraga dalam sehari, dan 0 (nol) asupan gula pada kondisi tertentu," tutur pria yang akrab disapa dr Wawan tersebut.

1. Jaga kesehatan dengan rumus 5-2-1-0

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Masih terasa asing di telinga kita tentang rumus ini. Menurut Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), pakar tumbuh kembang anak asal RS Dr Sutomo/FK Unair Surabaya, rumus 5-2-1-0 dapat dilakukan para orangtua agar obesitas anaknya tidak semakin parah.

"5 porsi buah dan sayur dalam sehari, 2 jam maksimal menggunakan gadget dan televisi, 1 jam minimal olahraga dalam sehari, dan 0 (nol) asupan gula pada kondisi tertentu," tutur pria yang akrab disapa dr Wawan tersebut.

2. Jauhkan pola hidup modern

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tingginya angka obesitas anak juga dipengaruhi oleh pola asuh modern saat ini. Menurut Preeti Varma, pakar ilmu budaya dari Singapura, pola asuh modern juga dapat dilihat dari banyaknya rumah makan cepat saji saat ini.

Pemberian makanan seperti burger, pizza, kentang goreng serta minuman bersoda menjadi hal yang lazim bagi orang tua untuk memberikan snack bagi anak-anak mereka.

"Dua pertiga kasus obesitas anak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, Thailand, dan negara-negara Asia lainnya. Masuknya makanan cepat saji ke berbagai pelosok menjadi salah satu penyebabnya," ungkap Varma.

2. Jauhkan pola hidup modern

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tingginya angka obesitas anak juga dipengaruhi oleh pola asuh modern saat ini. Menurut Preeti Varma, pakar ilmu budaya dari Singapura, pola asuh modern juga dapat dilihat dari banyaknya rumah makan cepat saji saat ini.

Pemberian makanan seperti burger, pizza, kentang goreng serta minuman bersoda menjadi hal yang lazim bagi orang tua untuk memberikan snack bagi anak-anak mereka.

"Dua pertiga kasus obesitas anak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, Thailand, dan negara-negara Asia lainnya. Masuknya makanan cepat saji ke berbagai pelosok menjadi salah satu penyebabnya," ungkap Varma.

3. Minum air putih

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Cara lainnya adalah dengan membiasakan anak-anak dengan meminum air putih pada saat makan. Pakar kesehatan masyarakat Prof Susan Jebb menyatakan cara tersebut merupakan cara terbaik untuk menangkal obesitas anak.

Prof Tom Sanders, Kepala Divisi Diabetes dan Ilmu Pangan di King's College, London juga memberikan pendapat yang sama. Menurutnya cara sederhana adalah dengan menaruh air putih di artas meja makan.

"Masalahnya adalah orang-orang sudah tidak minum air putih lagi. Saya pikir para keluarga seharusnya meletakkan air putih di atas meja makan, bukan soda," imbuhnya.

3. Minum air putih

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Cara lainnya adalah dengan membiasakan anak-anak dengan meminum air putih pada saat makan. Pakar kesehatan masyarakat Prof Susan Jebb menyatakan cara tersebut merupakan cara terbaik untuk menangkal obesitas anak.

Prof Tom Sanders, Kepala Divisi Diabetes dan Ilmu Pangan di King's College, London juga memberikan pendapat yang sama. Menurutnya cara sederhana adalah dengan menaruh air putih di artas meja makan.

"Masalahnya adalah orang-orang sudah tidak minum air putih lagi. Saya pikir para keluarga seharusnya meletakkan air putih di atas meja makan, bukan soda," imbuhnya.

4. Makan dengan piring kecil

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sebuah studi mengatakan bahwa makan dengan piring atau mangkuk kecil akan mengurangi tingkat obesitas pada anak. Hasil studi yang dituliskan pada jurnal The American Academy of Pediatrics ini meneliti 42 anak kelas 1 SD sepanjang waktu makan mereka.

Anak-anak dengan piring atau mangkuk yang lebih besar cenderung mengambil makanan lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak dengan piring atau mangkuk kecil.

"Hasil penelitian ini sangat menarik dan membuktikan perkiraan kami tentang efek ukuran peralatan makan pada dewasa di laboratorium, juga berlaku untuk anak-anak," ujar Dr Thomas Robinson, peneliti obesitas anak Stanford University di California.

"Penelitian ini memberikan bukti awal yang sangat penting bahwa menggunakan piring dan peralatan makan lebih kecil dapat mengurangi asupan energi anak-anak," lanjutnya.

4. Makan dengan piring kecil

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sebuah studi mengatakan bahwa makan dengan piring atau mangkuk kecil akan mengurangi tingkat obesitas pada anak. Hasil studi yang dituliskan pada jurnal The American Academy of Pediatrics ini meneliti 42 anak kelas 1 SD sepanjang waktu makan mereka.

Anak-anak dengan piring atau mangkuk yang lebih besar cenderung mengambil makanan lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak dengan piring atau mangkuk kecil.

"Hasil penelitian ini sangat menarik dan membuktikan perkiraan kami tentang efek ukuran peralatan makan pada dewasa di laboratorium, juga berlaku untuk anak-anak," ujar Dr Thomas Robinson, peneliti obesitas anak Stanford University di California.

"Penelitian ini memberikan bukti awal yang sangat penting bahwa menggunakan piring dan peralatan makan lebih kecil dapat mengurangi asupan energi anak-anak," lanjutnya.

5. Bermain game konsol

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bermain merupakan salah satu hal yang paling disukai anak-anak. Apalagi bermain game konsol. Kecanggihan teknologi sekarang menghasilkan sebuah permainan video game semakin menarik.

Studi terbaru menunjukkan bahwa 73 persen anak yang bermain game konsol memiliki aktivitas setara dengan berolahraga sedang. Selain itu, anak-anak yang suka bermain game konsol cenderung kurang mengalami depresi dan dapat mempertahankan tubuhnya.

Meski begitu, orangtua tetap perlu mengontrol dan memperhatikan anak-anaknya ketika bermain.

5. Bermain game konsol

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bermain merupakan salah satu hal yang paling disukai anak-anak. Apalagi bermain game konsol. Kecanggihan teknologi sekarang menghasilkan sebuah permainan video game semakin menarik.

Studi terbaru menunjukkan bahwa 73 persen anak yang bermain game konsol memiliki aktivitas setara dengan berolahraga sedang. Selain itu, anak-anak yang suka bermain game konsol cenderung kurang mengalami depresi dan dapat mempertahankan tubuhnya.

Meski begitu, orangtua tetap perlu mengontrol dan memperhatikan anak-anaknya ketika bermain.
Halaman 2 dari 12
Masih terasa asing di telinga kita tentang rumus ini. Menurut Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), pakar tumbuh kembang anak asal RS Dr Sutomo/FK Unair Surabaya, rumus 5-2-1-0 dapat dilakukan para orangtua agar obesitas anaknya tidak semakin parah.

"5 porsi buah dan sayur dalam sehari, 2 jam maksimal menggunakan gadget dan televisi, 1 jam minimal olahraga dalam sehari, dan 0 (nol) asupan gula pada kondisi tertentu," tutur pria yang akrab disapa dr Wawan tersebut.

Masih terasa asing di telinga kita tentang rumus ini. Menurut Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), pakar tumbuh kembang anak asal RS Dr Sutomo/FK Unair Surabaya, rumus 5-2-1-0 dapat dilakukan para orangtua agar obesitas anaknya tidak semakin parah.

"5 porsi buah dan sayur dalam sehari, 2 jam maksimal menggunakan gadget dan televisi, 1 jam minimal olahraga dalam sehari, dan 0 (nol) asupan gula pada kondisi tertentu," tutur pria yang akrab disapa dr Wawan tersebut.

Tingginya angka obesitas anak juga dipengaruhi oleh pola asuh modern saat ini. Menurut Preeti Varma, pakar ilmu budaya dari Singapura, pola asuh modern juga dapat dilihat dari banyaknya rumah makan cepat saji saat ini.

Pemberian makanan seperti burger, pizza, kentang goreng serta minuman bersoda menjadi hal yang lazim bagi orang tua untuk memberikan snack bagi anak-anak mereka.

"Dua pertiga kasus obesitas anak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, Thailand, dan negara-negara Asia lainnya. Masuknya makanan cepat saji ke berbagai pelosok menjadi salah satu penyebabnya," ungkap Varma.

Tingginya angka obesitas anak juga dipengaruhi oleh pola asuh modern saat ini. Menurut Preeti Varma, pakar ilmu budaya dari Singapura, pola asuh modern juga dapat dilihat dari banyaknya rumah makan cepat saji saat ini.

Pemberian makanan seperti burger, pizza, kentang goreng serta minuman bersoda menjadi hal yang lazim bagi orang tua untuk memberikan snack bagi anak-anak mereka.

"Dua pertiga kasus obesitas anak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, Thailand, dan negara-negara Asia lainnya. Masuknya makanan cepat saji ke berbagai pelosok menjadi salah satu penyebabnya," ungkap Varma.

Cara lainnya adalah dengan membiasakan anak-anak dengan meminum air putih pada saat makan. Pakar kesehatan masyarakat Prof Susan Jebb menyatakan cara tersebut merupakan cara terbaik untuk menangkal obesitas anak.

Prof Tom Sanders, Kepala Divisi Diabetes dan Ilmu Pangan di King's College, London juga memberikan pendapat yang sama. Menurutnya cara sederhana adalah dengan menaruh air putih di artas meja makan.

"Masalahnya adalah orang-orang sudah tidak minum air putih lagi. Saya pikir para keluarga seharusnya meletakkan air putih di atas meja makan, bukan soda," imbuhnya.

Cara lainnya adalah dengan membiasakan anak-anak dengan meminum air putih pada saat makan. Pakar kesehatan masyarakat Prof Susan Jebb menyatakan cara tersebut merupakan cara terbaik untuk menangkal obesitas anak.

Prof Tom Sanders, Kepala Divisi Diabetes dan Ilmu Pangan di King's College, London juga memberikan pendapat yang sama. Menurutnya cara sederhana adalah dengan menaruh air putih di artas meja makan.

"Masalahnya adalah orang-orang sudah tidak minum air putih lagi. Saya pikir para keluarga seharusnya meletakkan air putih di atas meja makan, bukan soda," imbuhnya.

Sebuah studi mengatakan bahwa makan dengan piring atau mangkuk kecil akan mengurangi tingkat obesitas pada anak. Hasil studi yang dituliskan pada jurnal The American Academy of Pediatrics ini meneliti 42 anak kelas 1 SD sepanjang waktu makan mereka.

Anak-anak dengan piring atau mangkuk yang lebih besar cenderung mengambil makanan lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak dengan piring atau mangkuk kecil.

"Hasil penelitian ini sangat menarik dan membuktikan perkiraan kami tentang efek ukuran peralatan makan pada dewasa di laboratorium, juga berlaku untuk anak-anak," ujar Dr Thomas Robinson, peneliti obesitas anak Stanford University di California.

"Penelitian ini memberikan bukti awal yang sangat penting bahwa menggunakan piring dan peralatan makan lebih kecil dapat mengurangi asupan energi anak-anak," lanjutnya.

Sebuah studi mengatakan bahwa makan dengan piring atau mangkuk kecil akan mengurangi tingkat obesitas pada anak. Hasil studi yang dituliskan pada jurnal The American Academy of Pediatrics ini meneliti 42 anak kelas 1 SD sepanjang waktu makan mereka.

Anak-anak dengan piring atau mangkuk yang lebih besar cenderung mengambil makanan lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak dengan piring atau mangkuk kecil.

"Hasil penelitian ini sangat menarik dan membuktikan perkiraan kami tentang efek ukuran peralatan makan pada dewasa di laboratorium, juga berlaku untuk anak-anak," ujar Dr Thomas Robinson, peneliti obesitas anak Stanford University di California.

"Penelitian ini memberikan bukti awal yang sangat penting bahwa menggunakan piring dan peralatan makan lebih kecil dapat mengurangi asupan energi anak-anak," lanjutnya.

Bermain merupakan salah satu hal yang paling disukai anak-anak. Apalagi bermain game konsol. Kecanggihan teknologi sekarang menghasilkan sebuah permainan video game semakin menarik.

Studi terbaru menunjukkan bahwa 73 persen anak yang bermain game konsol memiliki aktivitas setara dengan berolahraga sedang. Selain itu, anak-anak yang suka bermain game konsol cenderung kurang mengalami depresi dan dapat mempertahankan tubuhnya.

Meski begitu, orangtua tetap perlu mengontrol dan memperhatikan anak-anaknya ketika bermain.

Bermain merupakan salah satu hal yang paling disukai anak-anak. Apalagi bermain game konsol. Kecanggihan teknologi sekarang menghasilkan sebuah permainan video game semakin menarik.

Studi terbaru menunjukkan bahwa 73 persen anak yang bermain game konsol memiliki aktivitas setara dengan berolahraga sedang. Selain itu, anak-anak yang suka bermain game konsol cenderung kurang mengalami depresi dan dapat mempertahankan tubuhnya.

Meski begitu, orangtua tetap perlu mengontrol dan memperhatikan anak-anaknya ketika bermain.

(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads