Jakarta -
Makan seimbang dan teratur, adalah salah satu persyaratan untuk hidup sehat. Sering dokter dan ahli gizi menyarakan dan menekankan betapa pentingnya untuk menjaga pola dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Berkaitan dengan hal tersebut, banyaknya jenis makanan yang dikonsumsi di kalangan masyarakat menumbuhkan beberapa mitos. Mitos yang berkembang turut berperan dalam mempengaruhi pola makan dan kebiasaan makan sehari-hari. Sayangnya, tak sedikit pula mitos justru bersifat menyesatkan.
Untuk tetap menjaga asupan gizi akbat menghindari jenis makanan tertentu, ada baiknya Anda ketahui kebenaran beberapa mitos makanan seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (15/7/2014):
1. Konsumsi Kedelai Berisiko Kanker Payudara
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Penelitian menunjukkan bahwa kedelai memiliki kandungan isoflavon yang tinggi. Kandungan kimia pada tumbuhan yang menyerupai hormon oesterogen dalam skala yang lebih kecil.
Salah satu tingginya risiko kanker payudara adalah tingginya kadar Oesterogen, isu ini muncul saat kandungan isoflavon pada tikus ternyata juga dibuktikan meningkatkan risiko kanker. Akan tetapi penelitian tersebut terbatas pada tikus dan belum ada studi dampak mengonsumsi kedelai pada manusia terkait hal itu.
Peneliti diet dan kanker payudara Dr Kellie Bilinski mengatakan tikus-tikus tersebut diberi dosis isoflavon yang tinggi. Dosis yang diberikan pada tikus tidak mungkin dikonsumsi oleh manusia dan metabolisme pada manusia dan tikus berbeda.
Ahli gizi masih merekomendasikan untuk mengonsumsi kedelai sebagai bagian pola makan sehat. Kedelai memiliki banyak manfaat selain isoflavon yaitu protein, serat, zat besi, omega-3, dan kalsium.
2. Yoghurt Sembuhkan Infeksi Vagina
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Infeksi vagina yang disebabkan oleh ragi atau jamur (vaginal thrush) disebut-sebut dapat disembuhkan dengan menggunakan yoghurt. BakteriĀ baik Lactobacillus hidup pada yoghurt dikatakan dapat menekan dan menghilangkan pertumbuhan jamur penyebab infeksi.
Dokter umum dan akademisi Marie Pirotta yang telah menghabiskan lima tahun risetnya meneliti vaginal thrush mengatakan, yoghurt atau suplemen bakteri Lactobacillus tidak dapat menyembuhkan vaginal thrush.
Jika infeksi terjadi Pirotta menyarankan untuk menggunakan antibiotik dari apoteker, dan jika terus terjadi hubungi dokter.
3. Keju Berjamur Aman Dikonsumsi
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Kali ini mitos makanan benar adanya. Dilihat dari sudut pandang dunia jamur, keju adalah salah satu jenis olahan makanan yang aman dikonsumsi meskipun telah berjamur.
Cukup potong bagian yang telah berjamur maka bagian keju yang lainnya aman untuk dimakan seperti dikatakan oleh Dr Ailsa Hocking, dari CSIRO Food and Nutritional Sciences.
Sifat keju yang rendah kelembapan dan padat membuat jamur tidak dapat menyebar jauh kebagian keju yang lebih dalam. Jadi apa yang dilihat oleh mata berarti sejauh itu pula jamur tumbuh. Pada bahan makanan lain namun berbeda.
Pada roti-rotian yang berpori atau makanan lain dengan kelembapan tinggi, jamur dapat tumbuh menyebar pada bagian makanan lain yang tidak terlihat oleh mata. Jadi saat makanan tersebut terlihat sudah berjamur sebaiknya dibuang saja.
4. Wortel Sembuhkan Rabun Senja
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Diet makanan yang kurang vitamin A dapat menyebabkan penurunan kemampuan mata melihat seperti rabun senja dan masalah mata lainnya. Wortel bersama sayuran lain seperti brokoli, ubi, dan labu tinggi akan vitamin A sehingga masalah penglihatan tersebut dapat diperbaiki jika dibarengi dengan konsumsi besi dan zinc.
Akan tetapi wortel hanya dapat memperbaiki masalah penglihatan yang disebabkan oleh kurangnya vitamin A. Sangat jarang masalah penglihatan timbul akibat kurangnya vitamin A, kebanyakan masalah muncul karena alasan yang lain seperti penuaan.
"Berapapun jumlah wortel yang Anda konsumsi tidak akan membantu memperbaiki penglihatan jika Anda sudah diet makanan seimbang," kata Professor Algis Vingrys dari bagian Optometry and Vision Services, University of Melbourne, Australia.
Penelitian menunjukkan bahwa kedelai memiliki kandungan isoflavon yang tinggi. Kandungan kimia pada tumbuhan yang menyerupai hormon oesterogen dalam skala yang lebih kecil.
Salah satu tingginya risiko kanker payudara adalah tingginya kadar Oesterogen, isu ini muncul saat kandungan isoflavon pada tikus ternyata juga dibuktikan meningkatkan risiko kanker. Akan tetapi penelitian tersebut terbatas pada tikus dan belum ada studi dampak mengonsumsi kedelai pada manusia terkait hal itu.
Peneliti diet dan kanker payudara Dr Kellie Bilinski mengatakan tikus-tikus tersebut diberi dosis isoflavon yang tinggi. Dosis yang diberikan pada tikus tidak mungkin dikonsumsi oleh manusia dan metabolisme pada manusia dan tikus berbeda.
Ahli gizi masih merekomendasikan untuk mengonsumsi kedelai sebagai bagian pola makan sehat. Kedelai memiliki banyak manfaat selain isoflavon yaitu protein, serat, zat besi, omega-3, dan kalsium.
Infeksi vagina yang disebabkan oleh ragi atau jamur (vaginal thrush) disebut-sebut dapat disembuhkan dengan menggunakan yoghurt. BakteriĀ baik Lactobacillus hidup pada yoghurt dikatakan dapat menekan dan menghilangkan pertumbuhan jamur penyebab infeksi.
Dokter umum dan akademisi Marie Pirotta yang telah menghabiskan lima tahun risetnya meneliti vaginal thrush mengatakan, yoghurt atau suplemen bakteri Lactobacillus tidak dapat menyembuhkan vaginal thrush.
Jika infeksi terjadi Pirotta menyarankan untuk menggunakan antibiotik dari apoteker, dan jika terus terjadi hubungi dokter.
Kali ini mitos makanan benar adanya. Dilihat dari sudut pandang dunia jamur, keju adalah salah satu jenis olahan makanan yang aman dikonsumsi meskipun telah berjamur.
Cukup potong bagian yang telah berjamur maka bagian keju yang lainnya aman untuk dimakan seperti dikatakan oleh Dr Ailsa Hocking, dari CSIRO Food and Nutritional Sciences.
Sifat keju yang rendah kelembapan dan padat membuat jamur tidak dapat menyebar jauh kebagian keju yang lebih dalam. Jadi apa yang dilihat oleh mata berarti sejauh itu pula jamur tumbuh. Pada bahan makanan lain namun berbeda.
Pada roti-rotian yang berpori atau makanan lain dengan kelembapan tinggi, jamur dapat tumbuh menyebar pada bagian makanan lain yang tidak terlihat oleh mata. Jadi saat makanan tersebut terlihat sudah berjamur sebaiknya dibuang saja.
Diet makanan yang kurang vitamin A dapat menyebabkan penurunan kemampuan mata melihat seperti rabun senja dan masalah mata lainnya. Wortel bersama sayuran lain seperti brokoli, ubi, dan labu tinggi akan vitamin A sehingga masalah penglihatan tersebut dapat diperbaiki jika dibarengi dengan konsumsi besi dan zinc.
Akan tetapi wortel hanya dapat memperbaiki masalah penglihatan yang disebabkan oleh kurangnya vitamin A. Sangat jarang masalah penglihatan timbul akibat kurangnya vitamin A, kebanyakan masalah muncul karena alasan yang lain seperti penuaan.
"Berapapun jumlah wortel yang Anda konsumsi tidak akan membantu memperbaiki penglihatan jika Anda sudah diet makanan seimbang," kata Professor Algis Vingrys dari bagian Optometry and Vision Services, University of Melbourne, Australia.
(up/up)