Mengenalkan Calistung Saat PAUD Boleh Kok Dilakukan Asal..

Mengenalkan Calistung Saat PAUD Boleh Kok Dilakukan Asal..

- detikHealth
Kamis, 07 Agu 2014 06:56 WIB
Mengenalkan Calistung Saat PAUD Boleh Kok Dilakukan Asal..
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Ana-anak di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ada yang sudah diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Orang tua berlomba-lomba mengajari anaknya calistung sebagai persiapan untuk masuk Sekolah Dasar (SD) favorit. Namun banyak ahli berpikiran calistung tidak tepat diajarkan pada PAUD.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti mengatakan, menjadikan kemampuan calistung sebagai dasar tes masuk SD adalah sebuah bentuk pemaksaan terhadap anak. Menurutnya memaksa anak untuk membaca pada usia tertentu, seperti di usia TK dan PAUD, bisa menimbulkan ketidaksukaan anak untuk membaca di masa depan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Prof dr Fasli Jalal, SpGK, PHd, mengatakan calistung dapat diajarkan pada anak namun bukan menjadi bagian kurikulum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Calistung itu merupakan proses akhir pembelajaran yang menyenangkan, berbasis pada anak, itu sah-sah saja. Tapi kalau sudah dicekoki dengan keharusan membaca dan menulis itu yang enggak boleh," ujar Fasli saat ditemui pada konferensi pers menyambut konferensi internasional PAUD di gedung BKKBN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sepertiu ditulis Kamis (7/8/2014).

Jika anak belajar sambil bermain mengenal warna dan gambar saat PAUD, anak akan sendirinya belajar membaca dan berhitung. Pembelajaran yang menyenangkan dan tidak memaksa, menurut Fasli dapat dilakukan untuk mengenalkan calistung.

"Kalau sambil bermain melihat warna, kemudian lihat gambar tapi huruf, lalu melihat gajah dibaca gajah, dijejerkan huruf-huruf membentuk gajah. Itu anak-anak dengan sendirinya belajar, tapi tidak ada keharusan. Jika dia tidak berminat atau belum terlalu senang dengan calistung itu tidak dihukum dan tidak boleh dilarang-larang masuk SD," papar Fasli.

Fasli mengatakan, calistung bukan merupakan kemampuan yang terpenting diasah bagi anak pada PAUD. Menurutnya PAUD harus lebih mengembangkan kemampuan sosial dan kemandirian anak.

(up/up)

Berita Terkait