Sanitasi Buruk, Diare dan ISPA Jadi 'Pembunuh' Balita Nomor Satu

Sanitasi Buruk, Diare dan ISPA Jadi 'Pembunuh' Balita Nomor Satu

- detikHealth
Selasa, 02 Sep 2014 15:19 WIB
Sanitasi Buruk, Diare dan ISPA Jadi Pembunuh Balita Nomor Satu
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kebersihan lingkungan mungkin kerap dianggap sepele, padahal efek yang ditimbulkan juga bisa membahayakan lingkungan lho. Beberapa risiko penyakit yang berisiko muncul di antaranya diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

"Efek penyakit yang paling langsung bisa dibilang ada diare. Jika diamati dari hasil riset kesehatan dasar Kemenkes, diare juga masih bersaing dengan ISPA untuk menjadi pembunuh nomor 1 balita," ungkap dr Candra Wijaya, Health Team Leader World Vision Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan usai terlibat dalam diskusi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Hotel Cipta, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan tak cuma pada balita, menurut dr Candra 'persaingan' dua penyakit ini juga terjadi pada bayi.

Dilanjutkan dr Candra, faktor risiko yang paling mungkin menyebabkan diare dan ISPA adalah buruknya lingkungan di sekitar si anak. Selain itu, masih buruknya perilaku hidup sehat orang tua dan lingkungan sekitar juga memberi pengaruh besar.

"Oleh sebab itu kunci utama mengatasi masalah sanitasi adalah perubahan perilaku. Kalau cuma obatin diarenya atau kuratif, ya kita akan ketinggalan. Masalah itu akan terus-menerus muncul," terang dr Candra.

Pesan dr Candra, selalu biasakan untuk memulai perilaku bersih dan sehat sejak dini. Hindari buang air besar sembarangan dan biasakan untuk rajin cuci tangan dengan sabun.

"Upaya promotif dan preventif sangat gampang. Jangan buang air besar sembarangan supaya lalat tidak kemana-mana. Cuci tangan pakai sabun juga. Olah juga makanan dengan baik, jangan biarkan anak jajan sembarangan," pesan dr Candra.

(ajg/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads