Pemikiran ini yang mendasari berdirinya R U OK?, organisasi masyarakat berbasis anak muda yang mengedepankan pentingnya mengobrol bagi kelangsungan hidup remaja Australia. Sebagai bagian dari kegiatan kampanye, rencana organisasi ini akan berkeliling Australia menggunakan bus berwarna kuning cerah.
"Kami mengajak seluruh warga Australia untuk memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, dengan cara menanyakan apa yang menjadi masalah mereka," tutur koordinator kampanye Rebecca Lewis, dikutip dari ABC Australia, Rabu (3/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mempromosikan kegiatan ini, R U OK? mempunyai beberapa duta. Duta yang dipilih untuk kampanye keliling adalah mantan atlet ataupun tokoh berpengaruh yang sempat atau pernah mengalami risiko gangguan mental, depresi dan berencana melakukan bunuh diri.
Lewis mengatakan bahwa memang R U OK? memiliki lebih banyak duta laki-laki daripada perempuan. Sebabnya, laki-laki memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk mengalami depresi dan bunuh diri daripada wanita.
Salah satunya adalah Kris Massie, pemain rugby asal Adelaide Crow yang sudah pensiun. Massie dipilih karena pada puncak karirnya, ia pernah mengalami cedera parah dan berencana mengakhiri hidupnya karena tak dapat bermain sebaik biasanya.
"Dalam kondisi seperti itu, James Gallagher, rekan timku menelepon dan menanyakan bagaimana keadaanku. Dan telepon itulah yang menyadarkanku tentang pentingnya bertanya dan mengobrol untuk menghindari depresi," tutur Massie.
(up/up)











































