"Kalau anak sudah didiagnosa, tentu orang tua harus tahu sebabnya apa dan orang tua cari tau diagnosa itu. Setelah paham, ada intervensi yang diberikan misal ada obat, terapi perilaku, saran yang diberikan seperti gizi nutrisi harus dijalani dengan benar," tutur psikolog Ratih Ibrahim.
Diibaratkan Ratih, dukungan dari keluarga kepada Orang Dengan Skizofrenia (ODS) harus 100%. Orang tua sebaiknya jangan resisten dan cenderung cuek. Jika tahu ada gangguan pada si anak jangan seolah-olah menolak dan dibiarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terimalah kondisi anak dan terapkan disiplin untuk membantu recovery pasien. Jangan tutupi keadaan anak padahal gejala masih timbul tapi takut disalahkan dibilangnya si anak baik-baik aja," tutur Ratih saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta dan ditulis pada Rabu (10/9/2014).
Ia menegaskan, dengan mendukung ODS maka akan membantu pasien skizofrenia untuk bisa pulih 100% dan kembali berfungsi di masyarakat. Dengan begitu, keluarga pun tidak kehilangan anggota keluarga.
"Keluarga harus membantu mengingatkan supaya ODS minum obat teratur, mensupport, mendukung. Ingat, anak itu berkat dari Tuhan. Apapun yang terjadi kita tetap harus memberikan yang terbaik untuk anak kita," tegas Ratih.
(rdn/vit)










































