Menurut psikiater dan praktisi pendidikan anak di Korea Selatan, Yee-Jin Shin dalam buku Mendidik Anak di Era Digital: Kiat Menangkal Efek Buruk Teknologi terhadap Anak, ada anak yang tidak tertarik dengan lingkungan sekitarnya, bahkan tidak menyakut ketika dipanggil. Keluarga anak tersebut menduga bocah itu mengalami autisme.
Apa yang terjadi? Dari hasil pemeriksaan, anak itu tidak memiliki karakteristik autis yang khas. Anak itu juga tidak bodoh. Akan tetapi kemampuan berbahasa dan bersosialisasinya sangat minim sehingga gejalanya mirip gejala autisme. Nah, kondisi ini dinamakan kecenderungan autisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dituturkan Yee-Jin Shin, banyak sekali terjadi kasus bayi dan balita yang terpapar video bahasa Inggris selama berjam-jam memiliki gejala mirip autisme. Namun saat anak-anak itu dijauhkan dari stimulasi video, akhirnya mereka memiliki perkembangan yang wajar.
Dewasa ini, perangkat digital disebut-sebut sebagai penyebab utama kecenderungan autisme. Akibat paparan perangkat digital tanpa kontrol, anak-anak seolah tidak memiliki keterikatan emosional dengan ibunya karena terpapar perangkat digital sejak dini. Banyak orang tua yang percaya pendapat bahwa sejak dini anak diajari bahasa Inggris, maka kemampuan bahasa Inggris mereka makin baik. Alhasil anaknya disuruh melihat video-video berbahasa Inggris. Dampaknya anak justru mengalami kecenderungan autisme sebagai akibat ketidakpedulian atau ketertarikan si orang tua sendiri.
(vit/up)











































