Presiden kongres Asian Pacific Society of Respirology (APSR) ke-19 Prof dr Faisal Yunus, PhD, SpP(K), mengatakan pneumonia yang terjadi bayi baru lahir harus segera mendapat pengobatan. Peradangan pada paru-paru bayi yang masih kecil akan memiliki dampak yang lebih serius jika dibandingkan dengan pneumonia yang terjadi para orang dewasa.
"Kenapa bayi banyak meninggal dari pneumonia? Karena bayi itu paru-parunya kecil, begitu kena infeksi susah dapat oksigennya dan cepat matinya. Kalau orang dewasa masih sempat dipakai cara lain seperti memakai alat bantu nafas karena paru-parunya besar," kata dr Faisal saat ditemui pada konferensi pers kongres Asian Pacific Society of Respirology (APSR) di hotel HARRIS, Kelapa Gading, Jakarta Utara, seperti ditulis Kamis (6/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saraf itu sudah ireversible, enggak balik lagi. Makanya kalau orang stroke terus lumpuh bisa balik lagi? Enggak kan. Itu kan prinsipnya sama karena otak kekurangan oksigen," tambah dr Faisal.
Bayi yang mengalami kerusakan otak dikatakan oleh dr Faisal biasanya akan tumbuh dengan berbagai macam kecacatan. Keterbelakangan mental, masalah memori, atau terperangkap dalam kondisi vegetasi adalah salah satu contoh masalah yang bisa muncul karena kerusakan otak saat masih bayi.
"Bayi vegetasi seperti tumbuh-tumbuhan. Dia hanya bisa dikasih makan terus, hidup sebenarnya tapi mesti disuapin, terus liurnya keluar terus," tutup dr Faisal.
(up/up)











































