Usia Enam Bulan Sudah Sakit Gula, George Bertahan Hidup dengan Makan Jeli

Usia Enam Bulan Sudah Sakit Gula, George Bertahan Hidup dengan Makan Jeli

- detikHealth
Senin, 17 Nov 2014 17:34 WIB
Usia Enam Bulan Sudah Sakit Gula, George Bertahan Hidup dengan Makan Jeli
George bersama ayah ibunya, Simon dan Tracy (Foto: Mirror)
Jakarta - Pada orang dewasa, diabetes biasanya menyerang karena pola makan yang tak sehat dan tak beraturan. Kondisi semacam ini disebut dengan diabetes tipe 2. Namun anak-anak pun tak luput dari penyakit serupa. Hanya saja yang ini lebih berbahaya.

Bagaimana tidak, sebab pada pasien diabetes tipe 1, pankreas mereka tidak dapat memproduksi insulin sama sekali karena rusak atau memang tidak berfungsi. Ini pulalah yang dialami oleh George Vinnicombe. Ia adalah pasien diabetes tipe 1 termuda di Inggris karena telah didiagnosis sejak usianya enam bulan.

Untuk bertahan hidup, George harus diberi makan dengan Jelly Babies, semacam permen berbentuk jeli padat dengan aneka warna dan rasa yang populer di kalangan anak-anak di Inggris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jelly Babies menjadi obat sekaligus makanan bagi George. Beruntung ia menyukainya meskipun tidak sesuka anak-anak lain. Ia bahkan harus makan jajanan ini ketika tidur," ungkap sang ayah, Simon (37).

Bila gula darahnya terlalu rendah dan si kecil kadung tertidur lelap, lanjut Simon, ia sampai harus memaksa jajanan tersebut masuk ke dalam tenggorokan sang anak. Ia sebenarnya terpaksa melakukan hal ini, namun apa boleh buat.

Simon dan istrinya, Tracy (36) diwanti-wanti oleh dokter bilamana gula darah George terlalu rendah, maka ia akan mengalami hipoglikemia. Jika dibiarkan, kondisi semacam ini bisa menyebabkan pasien mengalami koma (kehilangan kesadaran) dan kerusakan otak. Begitu juga bila kadar gula darahnya terlalu tinggi, tentu akan sangat berbahaya, apalagi bagi anak yang masih seumuran George.

Selain hanya mengonsumsi Jelly Babies, George yang kini beranjak tiga tahun juga harus mengenakan sebuah pompa khusus untuk menyuplai hormon insulin yang ia butuhkan. Simon menambahkan gula darah George biasanya mudah dipengaruhi oleh aktivitas fisik, cuaca (dingin atau panas) dan stres.

"Kami selalu membawa 'hypo kit' kemanapun kami pergi bersama George. Satu tas itu berisi tiga bungkus Jelly Babies dan satu minuman yang mengandung glukosa," papar Simon seperti dikutip dari Mirror, Senin (17/11/2014).

Sepanjang hidup George, Simon dan Tracy menghitung putra pertama mereka itu telah menghabiskan lebih dari 2.000 bungkus Jelly Babies untuk mencegah gula darahnya turun drastis.

Jari-jari bocah asal Surbiton, Inggris itu juga menjalani lebih dari 10.000 kali tusukan agar gula darahnya bisa diperiksa. Ini belum termasuk 350-an kanula atau pompa mini yang harus dipasang di tubuhnya. "Ia tak lagi merasa kesakitan ketika kami menusuk jarinya, lima kali dalam semalam. Tapi ia meringis ketika kami mengganti kanulanya karena perutnya harus ditusuk jarum," keluh Simon.

Baik Simon dan Tracy bangga putra mereka bisa menerima semua cobaan itu, walaupun terkadang ia merasa lemah. Namun keduanya harus tetap tegar mendampingi George.

Untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya diabetes tipe 1, minggu lalu Simon mengikuti tiga event lari marathon berturut-turut dan berhasil menempuh jarak hingga 78,6 mil (sekitar 126 km). Dengan upayanya itu, ia juga berharap makin banyak orang yang mendonasikan dananya untuk membantu penanganan anak-anak dengan diabetes tipe 1 lewat yayasan amal JDRF.

(lil/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads