Sabtu, 22 Nov 2014 12:05 WIB

Laporan dari Singapura

Trik Agar Anak Tak Gampang Sakit Gigi Meski Doyan Makanan Manis

- detikHealth
Illustrasi: Thinkstock Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Gigi berlubang bisa dikatakan menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak-anak. Namun, kadang kala tak sedikit orang tua merasa sangsi jika si kecil dilarang makan banyak permen atau cokelat sedangkan makanan tersebut adalah makanan favorit anak-anak.

Menanggapi hal ini, Dr Terry Teo Kuo-Yih menuturkan memang sulit untuk mencegah anak-anak mengonsumsi permen, kue, cokelat, atau makanan lain yang cenderung manis. Namun, bukan berarti orang tua lantas menyerah begitu saja hingga membiarkan gigi si kecil rusak atau sakit.

"Minimal suruh anak berkumur sehabis makan permen atau cokelat. Ajari juga mereka menyikat gigi sedini mungkin bahkan sejak bayi dengan melatih membersihkan gusinya sesudah menyusu," tutur Dr Terry saat ditemui di SMG The Dental Studio, Singapura, dan ditulis pada Sabtu (22/11/2014).

Berkaitan dengan konsumsi susu, dibanding susu bubuk, Dr Terry lebih menyarankan anak-anak untuk minum susu segar. Sebab, menurutnya susu bubuk bisa saja mengandung banyak gula yang bisa menyebabkan kerusakan pada gigi. Penggunaan dot pun sebaiknya dihentikan saat anak berusia 5-6 tahun.

Di usia 5-6 tahun, anak sudah bisa dilatih minum susu melalui gelas. Lagipula, Dr Terry berpendapat susu cukup diminum satu gelas per hari sebagai pendukung pemenuhan gizi anak-anak. Sepengalaman Dr Terry, anak-anak di Singapura pun memiliki masalah yang sama dengan anak di negara lain pada umumnya yakni gigi rusak dan berlubang.

"Ada kok pasien saya dari Indonesia, masih kecil dia mengeluh sakit gigi, waktu diperiksa dia teriak sakit, sakit, sakit. Ternyata giginya berlubang dan sudah rusak. Kalau sudah parah kondisinya mau tak mau kami cabut giginya," lanjut Dr Terry.

Untuk itu, Dr Terry mengimbau bagi semua orang tua untuk menanamkan kebersihan gigi dan mulut pada anak sejak kecil. Caranya, bisa dengan melatih anak gosok gigi dua kali sehari di waktu yang tepat (sesudah makan pagi dan sebelum tidur), menanamkan pentingnya kesehatan gigi dan mulut, serta tak lupa kontrol ke dokter gigi 6 bulan sekali.

"Orang tua juga harus beri contoh ya dan makanan manis sebisa mungkin dibatasi, ganti dengan makanan lain. Karena kasihan sakit gigi membuat anak tidak mau makan, rewel, tidak nyaman dan pasti keseharian mereka jadi terganggu bukan," pungkas Dr Terry.

(rdn/vit)