Menurut Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, dr Eka Viora, SpKJ, penyebab anak alami gangguan jiwa bermacam-macam pada tiap kasus. Oleh karena itu, perawatan yang diberikan juga berbeda tergantung dari penyebab dan gejalanya.
Gejala pada anak dikatakan dr Eka bisa jadi hiperaktif atau malah jadi pendiam. Selain itu anak yang mengalami masalah kejiwaan juga akan mengalami kesulitan dalam belajar dan perilaku yang terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengobati masalah kejiwaan pada anak, dr Eka mengatakan butuh banyak tenaga ahli. Mulai dari guru untuk mengejar ketertinggalan pelajaran sampai ahli terapi okupasi jika sang anak mengalami masalah pada ketrampilan motoriknya. Hal tersebut dilakukan agar pasien anak dapat kembali normal dalam usianya yang masih dalam tahap pertumbuhan.
"Kalau ada gangguan perilaku, butuh modifikasi perilaku yang biasanya ini multidisiplin. Ada dokter anak, psikolog anak, guru, ahli terapi bicara, dan ada ahli okupasi. Banyak sekali," tambah dr Eka.
Ahli terapi bicara dikatakan dr Eka diperlukan jika anak mengalami kesulitan bicara. Biasanya karena anak masih tumbuh berkembang, kemampuan komunikasinya juga akan terhambat saat dirinya mengalami masalah kejiwaan.
(vit/vit)











































