Butuh Banyak Ahli, Terapi Kejiwaan Anak Libatkan Multidisiplin Ilmu

Anak Stres karena Banyak Les

Butuh Banyak Ahli, Terapi Kejiwaan Anak Libatkan Multidisiplin Ilmu

- detikHealth
Selasa, 25 Nov 2014 17:05 WIB
Butuh Banyak Ahli, Terapi Kejiwaan Anak Libatkan Multidisiplin Ilmu
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Masalah kejiwaan pada anak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal mulai karena penyakit sampai masalah psikis. Anak bukan tidak mungkin mengembangkan masalah kejiwaan karena stres akibat pikiran yang terlalu terbebani, misalnya karena mengikuti aneka kursus yang begitu menyita waktunya.

Menurut Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, dr Eka Viora, SpKJ, penyebab anak alami gangguan jiwa bermacam-macam pada tiap kasus. Oleh karena itu, perawatan yang diberikan juga berbeda tergantung dari penyebab dan gejalanya.

Gejala pada anak dikatakan dr Eka bisa jadi hiperaktif atau malah jadi pendiam. Selain itu anak yang mengalami masalah kejiwaan juga akan mengalami kesulitan dalam belajar dan perilaku yang terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gejalanya banyak banget dan luas, contohnya misal gangguan perilaku dari anak stres dia bisa jadi ngompol. Harus diperiksa lengkap mana yang terganggu, apa penyebabnya. Dilihat kasus per kasus karena treatmentnya berbeda-beda," kata dr Eka ketika dihubungi detikHealth, Selasa (25/11/2014).

Untuk mengobati masalah kejiwaan pada anak, dr Eka mengatakan butuh banyak tenaga ahli. Mulai dari guru untuk mengejar ketertinggalan pelajaran sampai ahli terapi okupasi jika sang anak mengalami masalah pada ketrampilan motoriknya. Hal tersebut dilakukan agar pasien anak dapat kembali normal dalam usianya yang masih dalam tahap pertumbuhan.

"Kalau ada gangguan perilaku, butuh modifikasi perilaku yang biasanya ini multidisiplin. Ada dokter anak, psikolog anak, guru, ahli terapi bicara, dan ada ahli okupasi. Banyak sekali," tambah dr Eka.

Ahli terapi bicara dikatakan dr Eka diperlukan jika anak mengalami kesulitan bicara. Biasanya karena anak masih tumbuh berkembang, kemampuan komunikasinya juga akan terhambat saat dirinya mengalami masalah kejiwaan.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads