Menggunakan narkoba dan zat terlarang lainnya merupakan pintu masuk bagi penyakit berbahaya seperti HIV-AIDS. Untuk menghindari hal tersebut, Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) mengatakan bahwa peran keluarga dalam pengawasan sangatlah penting.
"Bapak Mendagri mengatakan bahwa kini di Indonesia di tiap RT ada 1 anak yang menggunakan narkoba. Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama. Apakah semuanya harus aparat yang mengawasi? Kalau menurut saya tidak," ungkap Menkes.
"Keluarga juga harus mempunyai sistem pengawasan yang baik sehingga tidak semuanya dibebankan ke kita pemerintah. Karena unit terdekat dengan anak itu kan keluarga," tutur Menkes usai menghadiri perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-50 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah melalui kerjasama antara kementerian terkait seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian HAM, Kemenko Polhukam, Kemensos, BNN dan Mahkamah Agung harus dilakukan. Dikatakan Menkes bahwa pihak-pihak tersebut sudah menjalin nota kesepahaman soal tindakan kepada pengguna narkoba.
"Jadi memang harus direhabilitasi namun semuanya saling terkait. Ada aspek hukumnya, aspek rehabilitasi dan aspek sosial," tandas Menkes.
(mrs/vit)










































