Dilaporkan CEN, Jadwiga Piotrowska (48) diskors dari sekolah karena dianggap telah melukai dan membahayakan nyawa muridnya yang bernama Kuba (12). Menurut beberapa siswa, saat jam pelajaran berlangsung, Jadwiga terganggu karena ayan Kuba kambuh.
"Dia marah karena konsentrasinya terganggu. Lalu bu guru menghampiri Kuba dan mengguncangkan badannya lalu mencekik lehernya dan makin lama makin kencang," tutur salah satu murid, dikutip dari NY Daily News, Jumat (12/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada kepala sekolah, Jadwiga mengaku melakukan hal itu karena ingin menyembuhkan ayan yang dialami Kuba. Namun kesaksian murid lain menegaskan bahwa saat Kuba mengalami epilepsi sang guru terlihat amat marah.
"Ini tak bisa dibenarkan. Toh dia ingin membantu Kuba, harusnya ia segera menghubungi pihak UKS atau mencari bantuan, bukan mencekiknya. Kami tengah menyelidiki kasus ini dan Jadwiga tengah menjalani pemeriksaan psikologi," tutur Czeslaw.
Ia mengatakan, beberapa waktu lalu suami Jadwiga tak lagi menjabat sebagai walikota di Sienno. Diduga kuat, wanita itu stres dan saat ada muridnya yang ayan, ia pun melampiaskan kekesalannya pada sang murid.
"Selama 20 tahun mengajar ia adalah guru yang dihormati dan disayangi. Namun setelah peristiwa yang terjadi pada suaminya, Jadwiga sedikit berubah. Maka dari itu kami melakukan penyelidikan lebih lanjut agar peristiwa seperti ini tak terulang lagi," ungkap Czeslaw.
(rdn/vit)











































