Antisipasi Penculikan, 7 Hal Ini Perlu Diajarkan pada Anak

Antisipasi Penculikan, 7 Hal Ini Perlu Diajarkan pada Anak

- detikHealth
Jumat, 02 Jan 2015 14:18 WIB
Antisipasi Penculikan, 7 Hal Ini Perlu Diajarkan pada Anak
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Penculikan pada anak bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Sementara orang tua tidak bisa terus-menerus menjaga anaknya setiap detik, perlu dilakukan berbagai macam upaya antisipasi. Simak aneka saran dari psikolog berikut ini.

Hal-hal berikut ini bisa ditanamkan pada anak sebagai upaya antisipasi agar anak tidak mudah menjadi korban penculikan:

1. Tak Bicara pada Orang Asing

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Psikolog anak Debora Basaria memberikan saran pada orang tua agar menanamkan pengajaran untuk tidak begitu saja berbicara pada orang asing atau orang tak dikenal. Menurut Debora, anak-anak yang ramah biasanya mudah menyapa orang, sekalipun orang yang tidak mereka kenal. Jadi, saat ada orang asing yang berusaha mengajak anak berkomunikasi, ingatkan anak agar tidak sembarang berkomunikasi.

"Karena anak-anak yang terbiasa berperilaku ramah dengan setiap orang biasanya rentan diculik. Kan bahaya kalau sampai anak itu malah menyapa penculik dan terjebak dengan bujukan manis penculik," kata Debora dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (2/1/2015).

Jadi, kalaupun hendak berbicara dengan orang asing, usahakan anak mengajak serta orang tua atau anggota keluarganya yang lain.

2. Berada Tak Jauh dari Orang Tua

Yang namanya anak-anak tentu suka pergi ke sana ke mari untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Namun ajarkan pada anak agar tidak berada terlalu jauh dari orang tuanya ketika sedang berada di keramaian.

"Misalnya saat perayaan tahun baru orang tua sedang sibuk berbelanja, anak-anak jangan dibiarkan pergi sendirian dan bermain sendiri," saran Debora.

Orang tua pun jangan sampai kehilangan fokus dalam mengawasi keberadaan anak. Ada baiknya tidak pergi berdua saja dengan anak agar pengawasan pada anak lebih maksimal.

3. Berkata Tidak

Anak-anak umumnya luluh dengan hal-hal yang mereka sukai seperti es krim, permen, atau mainan. Tanamkan kepada anak untuk menolak pemberian apapun dari orang yang tidak mereka kenal.

"Karena bisa jadi barang-barang tersebut adalah media yang digunakan penculik untuk menghasut anak agar lebih mudah menurut dan gampang dibawa sama si penculiknya," ucap Debora.

4. Berteriak

Tanamkan juga pada anak untuk segera berteriak memanggil nama orang tua atau polisi ketika orang yang tidak dikenal mencoba untuk menarik paksa atau menggendongnya. Dengan begitu orang-orang yang berada di sekeliling tempat tersebut dapat membantu sang anak dari ancaman bahaya penculikan.

5. Menghafal Nomor Penting

Ajari anak untuk menghafal nomor-nomor telepon penting, seperti nomor telepon polisi, nomor telepon orang tua, dan keluarga dekat. Sehingga saat anak hilang atau nyasar bisa langsung menelepon nomor tersebut.

6. Tak Pakai Perhiasan Mencolok

Selalu tanamkan pada anak untuk tidak tampil mencolok dengan perhiasannya. Sebab perhiasan berharga yang dikenakan bisa mengundang seseorang berbuat kejahatan.

"Saat pergi berlibur untuk melihat kembang api di jalanan, rasanya nggak perlu pakai baju-baju pesta yang heboh dan meriah. Apalagi mengenakan perhiasan. Harusnya anak-anak diajarkan untuk berbusana sesuai pada tempatnya saja, agar tidak mengundang penculik menghampirinya," saran Erik Wijaya M.Psi, dosen psikologi di Universitas Tarumanegara.

7. Didik Kewaspadaan

"Jadi kalau anak ketemu sama orang baru yang belum dikenal jangan dicurigai, tapi patut diwaspadai. Supaya anak belajar untuk berhati-hati dan tidak mudah terjebak oleh penculik. Hal ini supaya anak nggak gampang percaya dengan orang-orang asing yang belum dikenal," ucap Erik.



(vit/vit)

Berita Terkait