"Ketebalan kornea anak-anak hanya setengah dari orang dewasa. Kalau tidak dapat yang pas, nggak akan cocok," ujar Profesor Anthony J Aldave, MD, ahli operasi kornea mata terkemuka asal Amerika Serikat saat ditemui di konferensi pers yang diadakan JEC Kedoya, Jl. Panjang Kedoya, Jakarta Barat, seperti ditulis pada Jumat (9/1/2015).
Disampaikan juga oleh Dr. dr.Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM, PhD, Ketua Kolegium Ophtalmologi Indonesia bahwa kasus kerusakan kornea bisa terjadi karena faktor bawaan. Oleh sebab itu kerusakan kornea pun bisa terjadi pada seseorang sejak mereka masih kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usia paling muda anak didiagnosis memiliki kerusakan kornea adalah di usia sekitar 6 bulan, dan hal ini biasanya dikarenakan faktor bawaan. Selain itu, infeksi atau luka juga bisa menjadi penyebab rusaknya kornea mata.
Apalagi di zaman modern ini, teknologi sudah semakin berkembang. Sejak masih kecil, bayi pun sudah diberikan mainan berupa gadget yang bisa mempercepat terinfeksinya kornea
Demi optimalisasi penglihatan, Prof Aldave mengungkapkan transplantasi kornea dengan teknologi mutakhir, Lamellar Keratoplasty, terbukti cepat, aman, risikonya lebih sedikit. "Apalagi untuk anak-anak, kalau tersedia donor kornea untuk anak-anak dan sesuai kriteria korneanya maka proses pemulihan untuk anak akan lebih optimal," ungkap Prof Aldave.
(vit/vit)











































