Pelayanan paliatif lebih dikenal sebagai metode pendampingan bagi pasien kanker dewasa stadium lanjut. Paliatif dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan serta menjaga kualitas hidup pasien kanker tidak menurun.
Padahal menurut pakar, pelayanan paliatif tidak hanya diberikan bagi pasien kanker dewasa. dr Haradini Intan, SpA, Kepala Staf Medik Fungsional Anak RS Kanker Dharmais mengatakan bahwa pelayanan paliatif juga diberikan pada pasien kanker anak.
"Pelayanan paliatif itu kan bukan hanya buat pasien yang sudah stadium akhir. Pada dasarnya pelayanan paliatif dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan dan rasa nyeri yang dialami pasien, termasuk pasien kanker anak," tutur dr Tanti, begitu biasa ia disapa ketika ditemui di RS Kanker Dharmais, Jl S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (15/1/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang kedua, pelayanan paliatif dalam bentuk pendidikan tumbuh kembang. Dikatakan dr Tanti, banyak pasien kanker anak yang harus absen sekolah atau bahkan belum mendapat pendidikan tumbuh kembang sama sekali.
"Ada menggambar, bermain musik, belajar Bahasa Inggris, mengaji dan sebagainya. Kita juga punya hospital schooling dan lain-lain," ungkapnya lagi.
Pelayanan paliatif tersebut dilakukan dengan kerjasama dokter, perawat dan juga volunteer atau relawan. Dengan adanya pelayanan ini, diharapkan anak dapat menjalani proses pengobatan dengan tenang dan tak perlu merasakan sakit.
"Kalau anaknya menjalani pengobatan dengan senang, dengan gembira, tentunya proses penyembuhan bisa lebih cepat ya," pungkasnya.
(rsm/up)











































