Penyebab anak nekat mengakhiri hidupnya sangatlah beragam. Yang jelas, ada beberapa karakteristik anak yang rentan bunuh diri. Pada beberapa kasus, anak bunuh diri karena tidak bisa menyelesaikan masalah yang tengah membelitnya.
Menurut psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, pelajaran penting yang bisa diambil dari kasus bunuh diri anak dan remaja adalah perlunya orang tua mengalokasikan waktu yang berkualitas bersama anak. Dalam kesempatan itu orang tua bisa mendengarkan keluhan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkadang, kata Ratih, masih ada orang tua yang membanjiri anak dengan berbagai barang mewah. Padahal belum tentu anak membutuhkannya. Seringkali anak butuh tempat untuk berbagi masalahnya guna mencari jalan keluar.
"Nggak perlu yang mewah, yang wah, untuk memenuhi kebutuhan anak. Coba dengarkan apa kata mereka, apa yang mereka rasakan," sambung Ratih.
Bagaimana dengan orang tua yang sudah bercerai, apakah itu kemudian membuat anak terancam kehilangan kasih sayang? "Jika misal anak kemudian tinggal bersama saudara, mendapat kasih sayang cukup, tidak masalah. Meski orang tua juga jangan lepas tangan. Kalau anak kemudian dibiarkan, mau bagaimana hidup mereka," papar Ratih.
"Kalau ada penyedia kasih sayang yang lain, maka anak aman, dalam arti tidak kurang kasih sayang. Kurang kasih sayang itu kan sama artinya dengan kurang perhatian," imbuh Ratih.
(vit/up)











































