"Boleh saja membelikan baju-baju ala superhero, tapi jangan lupa tanamkan poin positif dari karakter di kostum itu. Misalnya Superman itu pantang menyerah, baik, suka keadilan," ucap psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Sabtu (17/1/2015).
Jangan sampai dengan kostum itu anak malah menginternalisasi seutuhnya karakter dalam kartun. Misalnya dengan mengenakan baju ala Superman, maka anak meyakini dirinya bisa terbang seperti Superman, sehingga mereka melompat dari ketinggian tertentu. Atau anak jadi merasa super kuat, sehingga membenturkan kepalanya ke dinding, yang akhirnya malah membahayakan diri mereka sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi yang ditekankan bukan cantiknya Putri Elsa atau begitu hebatnya Superman karena bisa terbang, namun lebih ke sifat-sifat tokoh itu yang positif. "Butuh penjelasan bahwa yang harus diikuti adalah sifat positif tokoh itu," kata Ratih.
(vit/rdn)











































