Rabu, 11 Feb 2015 07:03 WIB

Sekolah Juga Perlu Ajarkan Siswa Soal Etika di Dunia Maya

- detikHealth
Jakarta -

Pendidikan teknologi, informatika dan komputer (TIK) sudah diajarkan oleh sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD). Pelajaran soal TIK diintegrasikan ke pelajaran lain untuk mengoptimalkan atau mendukung kemampuan siswa mengolah data dan informasi pendukungnya.

‎Indriyatno Banyumurti, Ketua Relawan TIK Indonesia, mengatakan bahwa skill atau kemampuan mengolah data dan informasi bagi siswa memang diperlukan. Hanya saja, etika dan cara berperilaku di dunia maya seringkali tak diajarkan di sekolah.

"Padahal internet itu tidak hanya skill ya. Harus diperhatikan juga soal etikanya, termasuk soal safety (keamanan) dan privacy (informasi pribadi) siswa tersebut," tutur pria yang akrab disapa Bayu tersebut, dalam temu media di Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (11/2/2015).

Baca juga: Cyberbullying, Tak Kalah Keji dari Predator Online

Pentingnya safety dan privacy di dunia maya ditunjukkan dari tingginya angka kejahatan seksual bersumber internet. Wakil Ketua KPAI Maria Advianti mengatakan bahwa kasus kejahatan seksual bersumber internet saat ini menjadi salah satu kasus kejahatan paling sering ditangani oleh pihak kepolisian.

"Kejahatan bersumber internet misalnya diajak kenalan sama orang lewat facebook, lalu ketemuan dan diculik lalu diperkosa. Itu angkanya terus meningkat, dan menjadi kasus yang paling sering ditangani polisi selain kasus narkotika atau tindak kriminal pencurian," ungkap Maria.

Baik Bayu maupun Maria menganggap penting adanya pelajaran soal etika berinternet di sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan seharusnya juga mendidik siswa untuk menjaga informasi pribadi dan standar etika di dunia maya.

Contoh dasarnya adalah tidak memasukkan foto-foto atau gambar yang dapat memprovokasi predator. Siswa juga dapat diajarkan soal menjaga informasi pribadi seperti alamat rumah dan nama orang tua untuk meminimalisir risiko menjadi korban penculikan.

Harapan mereka sederhana. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan mau memasukkan kurikulum soal pendidikan TIK yang tak hanya meningkatkan skill siswa di bidang TIK, namun juga adab dan tata cara berperilaku.

"Saya berharap seperti itu ya. Kalau diajarkan di sekolah kan minimal siswa punya bekal untuk menangkis risiko menjadi korban kejahatan online," ungkap Bayu.

Baca juga: Tips Menjauhi Rayuan Maut Paedofil Online

(mrs/up)