Sebuah penelitian asal Amerika Serikat mencoba untuk melihat pengaruh stres dan depresi yang dirasakan oleh guru terhadap proses pembelajaran. Hasilnya ternyata memang ditemukan adanya kaitan antara kedua hal tersebut.
Baca juga: Bukan Segala-galanya, Skor IQ Tinggi Tak Jamin Kesuksesan Anak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para guru yang berjumlah 27 orang diberikan pertanyaan seputar stres dan depresi yang mereka rasakan. Peneliti juga merekam aktivitas guru di kelas serta meminta bahan ajar yang mereka persiapkan untuk hari itu.
Hasil penelitian dilihat dari seberapa baik skor tes matematika para murid. Ternyata, guru yang mengajar dengan perasaan stres dan depresi membuat murid sulit menangkap pelajaran, dan membuahkan skor tes yang jelek.
"Mungkin saja jika sang guru mampu dan pandai matematika, hal ini tidak akan jadi masalah. Tapi jika gurunya depresi dan merasa kesulitan dengan kurikulum, efeknya kepada murid tentu sangat besar," tutur Carol McDonal Connor, salah satu tim peneliti asal Arizona State University in Tempe, dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2015).
Menutur Connor, depresi yang dirasakan guru memengaruhi suasana kelas. Akibatnya, guru menjadi lebih sensitif dan gampang terpancing emosinya. Leigh McLean, peneliti lainnya, mengatakan bahwa bisa jadi ada faktor lain yang berpengaruh, sosio-ekonomi misalnya.
"Tapi itu membutuhkan penelitian lanjutan yang lebih besar," pungkasnya.
Baca juga: Studi: Performa Kerja Lebih Optimal Jika Dilakukan Sesuai Passion
(mrs/up)











































