Khawatir Terlalu 'Membebani', Anak SD Dinilai Tak Perlu Diberi PR

Khawatir Terlalu 'Membebani', Anak SD Dinilai Tak Perlu Diberi PR

- detikHealth
Selasa, 03 Mar 2015 09:14 WIB
Khawatir Terlalu Membebani, Anak SD Dinilai Tak Perlu Diberi PR
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Pekerjaan rumah alias PR bisa jadi hal yang lumrah di telinga anak-anak saat bersekolah. Meskipun, muncul pula pendapat bahwa PR tidak memiliki manfaat signifikan bagi perkembangan akademis anak, khususnya bagi anak yang duduk di sekolah dasar (SD).

"Tidak terlalu banyak manfaat akademis dari PR untuk anak SD, tapi bagi anak-anak SMP ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan," kata profesor psikologi pendidikan di University of Sydney, Richard Walker.

"Sekitar 50% siswa SMA menunjukkan peningkatan prestasi akademik yang berkaitan dengan PR yang diberikan," lanjut Walker kepada The Telegraph, dan dikutip pada Selasa (3/3/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada dengan Walker, psikolog Dr Michael Carr-Gregg menuturkan bagi anak-anak di usia dini yang duduk di bangku SD, PR bisa berpotensi mengganggu tidur anak, menambah beban pelajaran sekaligua bawaan tas anak, bahkan membuatnya tidak mandiri saat orang tua terlibat dalam pembuatan PR.

Baca juga: Bisa Jadi Kebiasaan, Jangan Abaikan Anak yang Gemar Tunda Kerjakan Tugas

"Anak-anak di usia SD masih usia bermain. Tapi bukan berarti mereka tidak boleh belajar. Pelajaran di kelas harus tetap mereka perhatikan tapi dengan adanya PR bisa jadi menambah beban belajar mereka padahal sebelumnya mereka sudah mempelajari materi tersebut di sekolah," tutr Dr Michael.

Meski begitu, Dr Michael mengembalikan lagi kebijakan memberikan PR pada masing-masing sekolah. Toh anak mendapatkan PR, orang tua bisa membuat proses mengerjakan PR lebih menyenangkan. Misalnya dengan mengajak anak menyelesaikan PR-nya sambil bermain.

Tetapi, Dr Michael mengingatkan jangan di setiap kesempatan orang tua membantu anak mengerjakan PR. Sesekali saja, sebab jika anak selalu dibantu, maka ia tidak mandiri dan bisa bergantung pada orang tua nantinya.

"Perlu ditekankan sekali lagi saran agar tidak ada PR lebih ditujukan pada anak yang duduk di bangku SD terutama di kelas-kelas awal. Setelah itu bertahap PR mulai bisa diberikan seiring dengan makin naiknya tingkat pendidikan anak. Ketika anak menginjak jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP dan SMA, bagaimanapun PR akan berguna untuk mereka," tegas Dr Michael.

Baca juga: PR Sekolah Mengganggu Kebersamaan Anak dan Keluarga?

(rdn/up)

Berita Terkait