Meski Punya Alergi Matahari, Ben Bertekad Jadi Pegolf Profesional

Meski Punya Alergi Matahari, Ben Bertekad Jadi Pegolf Profesional

- detikHealth
Selasa, 03 Mar 2015 10:35 WIB
Meski Punya Alergi Matahari, Ben Bertekad Jadi Pegolf Profesional
Stockton, Inggris -

Ben mulai terlihat menyukai olahraga golf sejak orang tuanya membelikan satu set permainan 'Gator Golf' sebagai hadiah ulang tahun keduanya. Namun siapa sangka Ben menganggap ini bukan sekadar permainan.

"Dalam waktu singkat ia menjadi seperti terobsesi pada permainan itu. Ia sangat memperhatikan akurasi permainannya. Kami sampai harus membelikannya tiga set, yang dua ditaruh di rumah kakek-neneknya," ucap sang ibu Kathryn.

Di ulang tahun ketiga, Kathryn dan suaminya, Craig memutuskan untuk membelikan Ben stik golf, dan terkadang Ben diajak ke lapangan. Di situlah keduanya tahu bahwa putra mereka berbakat dalam olahraga tersebut. "Sampai-sampai kalau dia sedang bermain, pengunjung lain akan berhenti dan memperhatikannya. Mereka kagum pada bakat Ben," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ternyata berlama-lama di bawah sinar matahari membuat Ben gatal-gatal dan muncul ruam di sekujur tubuhnya. Belakangan ia didiagnosis mengidap kondisi langka yang disebut 'solar urticaria' atau alergi matahari.

Baca juga: Gatal-gatal karena Disengat Matahari? Bisa Saja

Jangankan sinar matahari, kadang-kadang hanya karena terkena sinar lampu yang terang, Ben bisa saja gatal-gatal. Gejala lain yang diperlihatkan Ben saat terlalu lama di luaran adalah migrain, mual, termasuk lemas dan kelelahan.

Kendati demikian, ia tetap bersemangat berlatih golf, meskipun hanya bertahan paling lama empat jam. Untuk bisa bertahan selama itu pun ia harus meminum tablet antihistamin dan setengah butir obat pereda sakit kepala sebelah setiap hari. Ben juga dipakaikan krim anti-matahari dari dokter.

Orang tua Ben percaya alergi ini terjadi karena Ben lahir prematur sehingga sistem kekebalannya menjadi lemah. "Ben lahir 8 minggu lebih cepat, dan beratnya saat itu hanya 1,8 kg," ungkap Kathryn.

Kondisi Ben memang sudah membaik, namun bocah yang kini berusia tujuh tahun itu pernah terserang beberapa jenis gangguan kesehatan, seperti infeksi pada dada, telinga, tonsil atau amandel hingga harus diopname karena pneumonia.

"Di musim dingin pun saya harus waspada karena Ben bisa lebih sering sakit-sakitan di musim itu daripada di musim panas," kata Kathryn seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (3/3/2015).

Yang dikhawatirkan Kathryn, Ben begitu mencintai olahraga golf hingga ia sering nekat berlatih walaupun kondisinya tidak fit 100 persen. Padahal ketika gatal atau ruamnya kambuh, Ben jelas tak dapat berkonsentrasi dalam berlatih. "Yang paling mengganggu Ben adalah migrainnya. Tapi Ben tak mau berhenti bermain," ujarnya.

Siapa sangka dengan kondisinya yang seperti itu, Ben berhasil mencuri perhatian dengan menduduki peringkat keenam di turnamen golf pertamanya, Wee Wonders UK Championships, St Andrews tahun lalu. Di tahun yang sama ia juga menyabet peringkat kedua di grand final Tiger Club, Gainsborough.

Ben baru saja masuk kualifikasi untuk mengikuti US Kids Golf Junior European Championships, Skotlandia yang rencananya digelar pada bulan Mei mendatang, dan US Kids Golf Junior World Championships di Pinehurst, Carolina Utara pada akhir Juli tahun ini.

Baca juga: Alergi Sinar Matahari, Burka dan Jilbab Ampuh Lindungi Wanita Ini

(lil/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads