Sehari-hari, tak banyak yang bisa dilakukan bocah ini. Tubuh bocah berumur 9 tahun itu tampak lunglai di pangkuan sang kakak, ibu atau perawatnya. Satu-satunya hal yang bisa ia konsumsi hanyalah air susu ibu (ASI) hasil sumbangan.
Mulanya keluarga Shelander hanya membantu mencarikan orang tua angkat untuk Annabel karena mengelola sebuah biro adopsi bernama Cradle of Life. Namun saat dibawa pulang oleh orang tua barunya, Annabel menolak untuk makan.
Beberapa hari kemudian, Annabel dibawa kembali ke rumah sakit, dan di sana sang ibu kandung justru tak bisa menyusui si kecil. "Di situ saya melihat ada yang aneh dengan fisik Annabel misal daun telinga yang kecil. Saya kasih lihat juga ke dokter, dan kami mengira anak ini mengalami gangguan genetik. Kendati begitu, Annabel sungguh lucu, seperti boneka porselen," tutur Cathy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun secara mengejutkan, dokter juga mengatakan karena penyakit itu, hidup Annabel mungkin hanya tinggal dua bulan lagi. Inilah yang akhirnya mendorong Cathy untuk mengadopsi Annabel.
Setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga untuk mengangkat Annabel sebagai anak, hal pertama yang dilakukan wanita berumur 58 tahun itu adalah memastikan agar putrinya bisa memakan sesuatu, salah satunya dengan menggunakan infus. Tapi ternyata cara ini justru membuat Annabel muntah-muntah.
Hingga akhirnya bulan lalu, Cathy mengobrol dengan salah seorang temannya dan muncullah ide untuk memberi Annabel air susu ibu. "Sebenarnya ini bukan hal yang baru bagi Annabel, sebab di usia tiga tahun, dokter menyarankan agar Annabel hanya diberi ASI saja. Tapi kan sekarang usia Annabel sudah beranjak remaja," terang Cathy.
Cathy kemudian mendatangi Beaumont Breastfeeding Coalition (BBC) untuk meminta donor ASI, kendati dokter Annabel kurang setuju dengan ide ini. Hanya saja, setelah diberi ASI selama lima minggu, Cathy melaporkan bahwa kondisi putrinya makin lama makin membaik.
Baca juga: ASI Perah Bagus atau Tidak untuk Bayi? Ini Kata Pakar
Prihatin dengan kondisi Annabel, anggota BBC pun memperluas jaringan mereka demi mendapatkan donor ASI yang lebih banyak. "Saya juga tidak sembarangan mengambil donor ASI. Sebelum memberikannya pada anak saya, saya akan mendatangi si pendonor dan melihat bagaimana kondisi anak-anak mereka. Saya tak mau Annabel mengambil jatah anak lain," tegasnya seperti dikutip dari www.beaumontenterprise.com, Selasa (3/3/2015).
Beruntung sebagian besar donatur ASI untuk Annabel merupakan ibu-ibu dengan stok ASI perah berlebih yang kebanyakan mereka simpan di dalam freezer.
Baca juga: Kisah Legendaris Bayi yang Diberi ASI dan Tidak
(lil/vta)











































