Bocah Lima Tahun Harus Jalani 60 Kali Transfusi karena Sakit Langka

Bocah Lima Tahun Harus Jalani 60 Kali Transfusi karena Sakit Langka

- detikHealth
Kamis, 12 Mar 2015 10:48 WIB
Bocah Lima Tahun Harus Jalani 60 Kali Transfusi karena Sakit Langka
Surrey, Inggris -

Usianya boleh saja baru lima tahun, namun tak ada yang menyangka ia memiliki ketegaran dan keberanian yang luar biasa, sebab ia telah menjalani 60 kali transfusi darah agar bisa bertahan hidup dari penyakitnya.
 
Sejak lahir, bocah perempuan bernama Amie Rose ini didiagnosis mengidap penyakit darah langka yang disebut 'diamond blackfan anaemia'. Saking langkanya, penderitanya konon hanya 110 orang saja di penjuru dunia. Penyakit ini membuat tubuh Amie tak dapat menghasilkan sel darah merah sendiri. Oleh karena itu ia harus menjalani transfusi darah tiap empat minggu sekali di rumah sakit.

Semua keanehan ini bermula saat Amie lahir. Saat itu detak jantung si kecil agak berantakan, namun dokter mengatakan kondisi semacam ini banyak ditemukan pada bayi dan biasanya akan hilang dalam enam minggu.

"Namun saat saya membawa Amie ke rumah sakit lagi untuk check-up, dokter bilang wajahnya pucat. Saat itulah mereka memutuskan untuk melakukan tes darah pada Amie," tutur sang ibu, Jo seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (12/3/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan ketika hasilnya keluar, dokter mengatakan bocah ini harus segera menjalani transfusi darah karena jumlah sel darah merah di tubuhnya tidak memadai. Lalu Amie dirujuk ke Great Ormond's Street Hospital untuk mendapatkan biopsi sumsum tulang. Tim dokter semakin yakin bila Amie harus memperoleh transfusi rutin sejak saat itu.

Baca juga: Bocah 1 Tahun Ini Harus Transfusi Darah 3 Minggu Sekali Demi Bertahan Hidup

Namun dua hari setelah pulang ke rumah, napas Amie mendadak berhenti, dan ia pun dilarikan lagi ke rumah sakit. Beruntung tim dokter berhasil menstabilkan kadar zat besi dalam tubuh Amie. Akan tetapi di waktu yang bersamaan, Amie harus menjalani operasi darurat untuk memasang port dari vena juguler (pembuluh vena yang membawa darah dari kepala kembali ke jantung) hingga ke jantung.

Semenjak saat itu, di samping untuk mendapatkan transfusi, tiap minggu perawat harus memasangkan port tersebut dengan sebuah pompa yang berfungsi menghilangkan kelebihan zat besi dari darah Amie. Pompa ini akan terus menempel hingga 6-7 hari.

"Masalahnya selang ini menghambat Amie untuk melakukan hampir segala jenis aktivitas, termasuk olahraga, bahkan kami tak bisa sembarangan menggendongnya karena takut menyenggol port Amie," timpal sang ayah, Gordon. Di sisi lain, pompa itu sangat penting bagi Amie karena kelebihan zat besi dalam darah dapat berakibat fatal dan menyebabkan kegagalan organ utama.

Malangnya, tepat sebelum ulang tahun Amie yang keempat, port di tubuh Amie itu sempat tersumbat dan si kecil harus dilarikan lagi ke rumah sakit. Tim dokter berhasil mengangkat port tersebut, lantas memindahkannya ke sisi kanan tubuhnya.

"Selangnya juga harus dipastikan selalu bersih, padahal ini susah bagi Amie karena sistem imunnya rendah dan ia terserang amandel hingga tujuh kali dalam setahun," tambahnya.

Kini, untuk bertahan hidup, tiap dua minggu sekali Amie harus mengonsumsi sejumlah antibiotik, sehingga ia takkan jatuh sakit karena hal lain. "Kami berharap dalam waktu dekat, tubuh Amie bisa mengatur zat besinya sendiri, sehingga ia tak perlu berhari-hari dipasangi pompa. Mungkin akhir tahun ini," kata Gordon.

Mengapa begitu? Bila kadar besi di tubuh Amie bisa berada pada level yang stabil di akhir tahun, maka buah hati mereka ini dapat menjalani transplantasi sumsum tulang. Prosedur ini merupakan satu-satunya harapan Amie untuk hidup normal.

Baca juga: Pria yang Sudah 140 Kali Donor Darah Demi Istri yang Sakit Kronis

(lil/vta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads