ADVERTISEMENT

Kamis, 12 Mar 2015 11:45 WIB

Ketika Anak 'Harus' Cinta Buku Padahal Orang Tua Tak Suka Membaca

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Beberapa orang tua menjejali anaknya dengan buku sejak dini. Mereka berharap anaknya tumbuh sebagai anak yang gemar membaca. Namun menanamkan gemar membaca tidak sekadar dengan membelikan buku bacaan. Apalagi jika orang tua tidak suka membaca namun berharap anaknya suka membaca.

"Perlu diperhatikan pula orang tua kerap kali menuntut anak suka membaca, padahal dirinya sendiri tidak suka membaca. Bagusnya anak-anak itu mengenal buku bersama orang tuanya," kata pengasuh konsultasi psikologi anak dan remaja detikHealth, Ratih Zulhaqqi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (12/3/2015).

Baca juga: Simpel, Merangsang Kecerdasan Anak Bisa Dilakukan dengan Bercerita
https://health.detik.com/read/2015/01/29/115922/2817437/1301/simpel-merangsang-kecerdasan-anak-bisa-dilakukan-dengan-bercerita

Sering juga ditemui orang tua yang membelikan anak buku bacaan tidak sesuai. Misalnya anaknya baru berusia dua tahun diberikan buku cerita yang lebih banyak teks ketimbang gambarnya. Padahal anak-anak usia dua tahun lebih suka melihat gambar. Nah, ketika anak-anak melihat buku cerita bergambar, anak bisa diajak bercerita untuk membangkitkan imajinasinya.

Ratih mengusulkan ide agar kegiatan membaca anak lebih menarik. Cara ini bisa diterapkan kepada anak yang sudah lancar membaca. Caranya bisa dengan menerapkan 'hari membaca', yakni satu hari dalam seminggu yang digunakan oleh seluruh anggota keluarga untuk membaca buku baru

"Setelah itu, anak nanti membuat rangkuman. Kalau mau anak bisa juga melakukan presentasi di depan anggota keluarga yang lain. Nah, nanti orang tua memberi reward atas upayanya. Ini akan membuat anak merasa dihargai dan bersemangat," ujar Ratih memberi ide.

Dihubungi terpisah, Istilah, penanggung jawab An-naml Daycare, menuturkan menanamkan gemar membaca bisa dilakukan orang tua dengan mendongeng ataupun membacakan buku cerita bergambar. Anak memang perlu dikenalkan kesadaran cetak, karena itu tidak ada salahnya memberikan buku bacaan pada anak sesuai usianya. Tapi ingat, jangan sekadar menyodorkan buku, tapi lakukan upaya yang membuat anak tertarik pada buku dan isinya.

Baca juga: Ingat, Anak Cerdas Itu Bukan yang Harus Bisa Baca di Usia Balita
https://health.detik.com/read/2014/11/25/112528/2758241/1301/ingat-anak-cerdas-itu-bukan-yang-harus-bisa-baca-di-usia-balita

"Buku untuk anak usia 2-3 tahun yang sesuai adalah yang gambarnya besar-besar dengan teks sedikit. Indikasi anak yang minat baca biasanya bisa memegang buku dengan benar, lalu dia melihat gambar di buku, yang mana buku yang dipegang tidak terbalik. Mereka biasanya juga bertingkah laku seperti sedang membaca," tutur perempuan yang akrab disapa Isti ini ketika ditemui di An-naml Daycare, Jl Jatipadang Poncol, Jakarta Selatan.

Dituturkan Lily Adiati yang memiliki pengalaman sebagai guru pembimbing di daycare, kegiatan membaca sangat penting bagi anak. Karena dengan membaca bisa melatih konsentrasi anak dan mengembangkan kemampuan berbahasa. Caranya adalah dengan mencari waktu yang tepat untuk mengajak anak membaca, misalnya saat akan tidur atau di sore hari.

"Gunakan suara-suara yang lucu dan variatif ketika membaca seperti suara nenek-nenek, suara kodok, dan lain-lain. Gunakan ekspresi wajah saat sedih, gembira, terkejut, dan lain-alin saat membaca," ucap Lily.


"Buku yang cocok untuk usia balita adalah buku dengan warna dan gambar yang menarik. Pilihlah buku dengan cerita yang sederhana, lucu, dan menarik," imbuh Lily.

Buku cetak bisa dikenalkan sejak usia tiga-empat bulan. Saat ini sudah banyak dijual buku yang terbuat dari kain sehingga pas untuk bayi. Tapi jangan lupa untuk menjaga kebersihan buku yang terbuat dari kain. (Nurvita Indarini/AN Uyung Pramudiarja)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT