Psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, mengatakan sering kali dijumpai orang-orang yang justru memberi nama panggilan sayang dengan melekatkan hal-hal yang sifatnya negatif. Padahal yang semacam ini rentan membuat anak menjadi korban bullying.
Baca juga: Tak Cuma Pujian, Anak pun Butuh Pengakuan untuk Tingkatkan Harga Diri
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal yang sama jika orang tua, entah sadar atau tidak, sering mengatai anaknya 'dasar kamu si rusuh' atau 'dasar kamu si malas'. Dampaknya anak akan membentuk dirinya sebagai anak yang menjadi biang kerusuhan ataupun anak yang malas.
"Dia akan bilang 'orang-orang kan panggil aku rusuh atau malas, jadi nggak apa-apa aku berbuat rusuh atau malas'. Kadang orang berkata tidak dipikir lebih dahulu, jadi suka tidak memikirkan apa dampak ke depannya," tambah Ratih.
Baca juga: Ini Kecerdasan Paling Penting yang Harus Dimiliki Anak-anak
Melabeli anak dengan hal-hal yang berbau negatif seolah seperti membiarkan anaknya tumbuh sebagai korban bullying. Jika orang tuanya saja sudah membully, maka orang-orang di sekitarnya pun bisa jadi akan mudah melakukan hal yang sama pada anak tersebut.
"Pelabelan itu bisa jadi membuat anak tumbuh dalam karakter yang sudah dilabelkan padanya," ucap Ratih.
(vta/up)











































