Siswa yang diberi tugas matematika dan IPA (ilmu pengetahuan alam) secara sistematis dan rutin mendapat 50 poin lebih tinggi dari nilai standar. Sedangkan, siswa yang melakukan tugas mereka sendiri mendapat 54 poin lebih tinggi dibanding mereka yang sering meminta bantuan saat mengerjakan tugas.
Baca juga : Khawatir Terlalu 'Membebani', Anak SD Dinilai Tak Perlu Diberi PR
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi yang diselenggarakan di 7.000 sekolah di Spanyol ini memperlihatkan bahwa nilai hasil pelajaran matematika dan IPA para siswa menurun ketika ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan rumah selama 90-100 menit sehari. Namun. skornya meningkat pada siswa yang memiliki waktu mengerjakan pekerjaan rumah antara 70-90 menit.
Baca juga : Asal Diberikan Secara Bijak, Pujian Efektif Tingkatkan Motivasi Anak
"Untuk itu, kami menekankan jika siswa mengerjakan tugasnya lebih dari 70 menit, maka hal tersebut tidak efektif dan efisien. Namun begitu pekerjaan tersebut mereka lakukan secara mandiri, waktu yang dihabiskan untuk mengerjakannya tidak menjadi relevan," imbuh Dr Javier.
Studi yang dipublikasikan di American Psychological Association’s Journal of Educational Psychology ini menunjukkan bahwa guru tidak perlu memberikan pekerjaan rumah yang begitu banyak pada siswa. Justru, sebaiknya lebih mementingkan sistematis dan keteraturan serta kemandirian mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
(rdn/rdn)











































