Profesor Dr dr Ratna Djuwita, MPH, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan konsumsi makanan anak sebaiknya dijaga agar seimbang dan tak ada satu jenis makanan yang berlebih. Mengonsumsi makanan berlemak tinggi dapat menyebabkan peningkatan kolesterol yang bisa menjadi plak, mengganggu aliran darah bahkan pada anak-anak.
"Pengaruh lemak jahat terhadap kadar lemak dalam darah mau umur berapa saja ada pengaruhnya. Kalau pola makan seperti ini sudah dibiasakan sejak kecil tentu akan meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari," ujar dr Ratna ketika ditemui pada acara simposium ilmiah Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik (PDGKI) bersama Unilever di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, seperti ditulis Kamis (26//2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai penyakit tidak menular seperti kanker, struk, hipertensi, dan diabetes dapat dilacak menjadi satu sumber pemicu yaitu gaya hidup tidak sehat. Seseorang dengan gaya hidup tersebut secara garis besar dapat terkena penyakit dari diet tak sehat, aktivitas rendah atau minim olahraga, dan merokok.
Dari sisi diet sehat sendiri dr Ratna mengatakan bukan berarti harus menghindari lemak sepenuhnya. Lemak tetap dibutuhkan tubuh terutama lemak tak jenuh ganda omega 3 dan omega 6 yang baik untuk perkembangan otak dan saraf anak. Namun perlu diingat agar mengolah makanan secara benar agar lemak tersebut tak berubah menjadi lemak jenuh yang tak baik untuk kesehatan.
"Kalau sumber lemaknya dari minyak, jangan dipanaskan terlalu tinggi karena akan berubah menjadi lemak jenuh. Jadi jangan goreng makanan dengan suhu tinggi karena akan merubah komposisi lemaknya," tutup dr Ratna.
Baca juga: Konsumsi Omega-3 Bisa Tingkatkan Konsentrasi Anak Hiperaktif
(fds/up)











































