Gejala paling menonjol yang bisa dilihat dari anak dengan gangguan spektrum autisma atau biasa disebut autisme adalah sulitnya berinteraksi dengan orang lain, meskipun itu keluarga mereka sendiri.
Kendati demikian orang awam kerapkali kesusahan menentukan apakah anaknya memiliki kecenderungan autisme atau tidak. Setidaknya tim peneliti dari Mailman School of Public Health, Columbia University mengaku telah menemukan kaitan antara autisme dengan masalah pencernaan.
Temuan ini didasarkan pada hasil survei terhadap para ibu dari 45.000-an anak asal Norwegia yang diminta melaporkan gejala gangguan pencernaan yang mereka temukan pada si anak, semisal sembelit, diare, alergi makanan atau intoleransi terhadap bahan makanan tertentu hingga usia anak memasuki 3 tahun.
Sekitar 45.000 anak tersebut terdiri atas 195 anak dengan autisme, 4.636 anak dengan gangguan perkembangan, terutama kemampuan bicara dan/motorik yang tertunda, serta 40.295 anak sehat atau perkembangannya normal-normal saja.
Seperti dikutip dari jurnal JAMA Psychiatry, Jumat (27/3/2015), anak-anak dengan autisme 2,5 kali lebih sering memperlihatkan gejala gangguan gastrointestinal atau pencernaan secara terus-menerus
Menurut mereka, anak dengan autisme 2,5 kali lebih sering mengalami gangguan gastrointestinal atau gangguan pencernaan daripada anak-anak yang tidak mengalami kondisi serupa. Gejala ini paling sering muncul di usia 6-18 bulan dan 18-36 bulan.
Baca juga: Perlu Diketahui, Inilah Pertanda Awal Autisme pada Anak
"Bahkan kami tak hanya melihat gejala ini di usia awal, kami juga menemukan bahwa risiko munculnya gejala semacam ini pada anak dengan autisme terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia mereka," simpul peneliti Michaeline Bresnahan.
Kendati demikian, Bresnahan menegaskan bahwa tak semua anak dengan gangguan pencernaan berarti memiliki kecenderungan autis. Begitu juga sebaliknya, anak yang dipastikan mengalami autisme belum tentu memperlihatkan gejala gangguan pencernaan sejak kecil.
Sayangnya Bresnahan dan timnya belum dapat menjelaskan darimana keterkaitan antara autisme dengan gejala gangguan pencernaan. Mereka hanya menduga bahwa ada gangguan pengiriman 'sinyal' dari usus ke otak saat otak seorang anak sedang dalam masa perkembangan. "Setidaknya kami berharap temuan ini membuka jalan untuk mengidentifikasi penyebab autisme yang sebenarnya," tutupnya.
Baca juga: Banyak Terpapar Perangkat Digital, Anak Bisa Alami 'Kecenderungan Autisme'
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































