Tapi untuk berapa lama? Ilmuwan terus berupaya mencari formula yang tepat untuk mencegah atau mengendalikan perilaku nakal pada anak. Salah satunya dengan 'family time'. Hanya saja belum banyak penelitian yang memastikan berapa lama waktu ideal yang harus mereka luangkan.
Baca juga: Anak SMP Sudah Pacaran Bikin Orang Tua Khawatir
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara rinci, peneliti ingin mencari tahu berapa banyak waktu yang dihabiskan partisipan bersama kedua orang tuanya, terlepas apakah si orang tua berinteraksi secara aktif dengan si anak ataupun tidak.
"Ternyata banyaknya waktu yang dihabiskan orang tua dengan anak di usia 3-11 tahun tidaklah berpengaruh terhadap pencapaian akademik, pembentukan perilaku dan kondisi emosional si anak," ungkap salah satu peneliti, Melissa Milkie dari University of Toronto, seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (2/4/2015).
Namun, lanjut peneliti, lain halnya ketika partisipan memasuki usia remaja. 'Family time' ini terbukti dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada mereka, terutama bila dilakukan selama enam jam dalam seminggu, atau rata-rata 50 menit sehari.
"Ternyata bila diluangkan, 'family time' dapat dikaitkan dengan penurunan perilaku nakal pada remaja, termasuk rendahnya kecenderungan untuk menyalahgunakan obat-obatan atau alkohol. Nilai akademis mereka juga membaik," simpulnya.
Penelitian sebelumnya juga mengemukakan anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya tak hanya tertutup dan mudah depresi, tapi juga memiliki struktur otak dan kepala yang lebih kecil dibandingkan anak seusianya.
"Mereka cenderung mengalami perkembangan yang lebih lambat. Otak mereka lebih kecil sehingga kemampuan belajar mereka lebih buruk daripada anak lain yang dibesarkan oleh keluarganya," tutur peneliti Charles A Nelson.
Baca juga: Trik Agar Anak Tak Merasa Dikepoin Saat Ortu Follow Akun Medsosnya
(lil/ajg)











































