Hal tersebut disampaikan dr Jeane-Roos Tikoalu SpA, IBCLC dari RS Pondok Indah-Puri Indah. Ia menuturkan suhu tubuh yang meningkat bisa terjadi karena asupan kurang, termasuk asupan cairan, atau memang ada penyakit di tubuh.
"Panas atau demam menjadi tanda badan kita sedang terjadi proses jadi metabolisme badan yang meningkat. Hal ini dapat terjadi karena minum kurang, asupan cukup tapi ternyata kebutuhan meningkat, atau karena memang ada infeksi," tutur dr Jeanne usai seminar ASI 'Meningkatkan Keberhasilan Menyusui pada Ibu Bekerja: Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja' di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, seperti ditulis Kamis (23/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk anak di bawah usia 28 hari, tubuh mereka dikatakan dr Jeanne berada di level perlindungan jika suhunya 36,5-37,5 derajat celcius. Anak baru disebut demam jika suhu tubuhnya di atas 37,6 derajat celcius. Apalagi, terkadang perabaan suhu tubuh yang dilakukan orang tua menggunakan tangan seperti pada umumnya kurang tepat. Pasalnya, di bawah kulit terdapat darah.
"Mengenai defisini demam untuk anak di atas usia 28 hari itu kalau suhu tubuhnya di atas 37,6 celcius. Tapi sekarang, karena ada fungsi perlindungan badan, dikatakan demam kalau suhu badannya 38-38,5 celcius. Tapi lihat juga misalnya suhu badan 37,7 celcius anak gelisah dan nggak nyaman ya tidak bisa didiamkan," tutur dr Jeanne.
Disarankan, anak diberi obat penurun panas ketika suhu tubuhnya di atas 38 celcius. Sebab, diingatkan lagi oleh dr Jeanne demam merupakan usaha badan untuk mengatasi kondisi tubuh karena mungkin asupan kurang atau infeksi. "Jangan selalu anak demam dibilang sakit. Demam itu usaha badan mengatasi sesuatu yang terjadi di tubuh. Jadi metabolisme tubuh meningkat kita jadi demam," kata dr Jeanne.
Ketika anak demam, usahakan untuk tidak menggunakan pakaian terlalu ketat, mencukupi asupan cairan dan menjaga agar suhu ruangan tidak terlalu panas. Tapi, jika dirasa kondisi anak sudah mengkhawatirkan meskipun suhu tubuhnya belum terlalu tinggi, segera periksakan ke dokter.
Baca juga: Jangan Takut, Anak Demam Pasca Diimunisasi Itu Biasa
(rdn/up)











































