Strategi Ini Dinilai Efektif Cegah Anak dan Remaja Coba-coba Merokok

Strategi Ini Dinilai Efektif Cegah Anak dan Remaja Coba-coba Merokok

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 29 Apr 2015 09:17 WIB
Strategi Ini Dinilai Efektif Cegah Anak dan Remaja Coba-coba Merokok
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Pergaulan dan lingkungan, termasuk paparan iklan rokok tak menutup kemungkinan bahwa remaja, bahkan anak-anak bisa mencoba ngebul alias menjadi perokok pemula. Sebelum hal itu terjadi, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan.

"Sudah ada peraturan bungkus rokok wajib memiliki Picture Health Warning (PHW), tujuannya kan melindungi anak dari rokok. Nah untuk perokok pemula kasih gambar yang seram, misalnya gambar pocong (jenazah-red) atau apa yang memang menyeramkan," kata Kartono Muhammad selaku dewan penasihat Komnas Pengendalian Tembakau.

Baca juga: Survei YLKI: Masih Ada Industri Rokok yang Langgar Aturan PHW

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menggunakan PHW dengan gambar yang menyeramkan, langkah lain yang dapat dilakukan untuk mencegah anak coba-coba merokok yakni dengan menaikkan harga dan cukai rokok, kemudian perlu adanya pendidikan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan, serta larangan sponsor oleh industri rokok.

Dikatakan Kartono, gambar seram dalam kemasan rokok masih lebih berpengaruh bagi perokok pemula. Sebab, bagi perokok yang sudah kecanduan, akan sulit bagi mereka berhenti merokok meskipun telah diberi gambar seram sekalipun. Bukan berarti tidak bisa, mungkin saja ada orang yang bisa berhenti merokok akibat melihat gambar seram di kemasan rokok, tetapi menurut Kartono hanya sedikit kemungkinannya dan akan memakan waktu lama.

"Untuk berhenti merokok, memang paling besar itu adalah niat. Misalnya saja saat puasa berhenti merokok, meski pas maghrib yang diserbu pertama rokok tapi kan selama 12 jam sudah berhasil berhenti merokok karena ada niat tadi," lanjut Kartono, ditemui usai Launching Hasil Monitoring Peringatan Kesehatan Bergambar pada Bungkus Rokok di 4 Kota, di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Terkait penerapan Picture Health Warning (PHW), survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia selama Februari hingga Maret 2015 menemukan di 4 kota di Indonesia, sebanyak 66% bungkus rokok dari 9 merk nasional dan 4 merk lokal, PHW-nya tertutupi pita cukai.

Sehubungan dengan PHW pada bungkus rokok, Dwi Priyono dari Lembaga Perlindungan Konsumen Yogyakarta menuturkan berdasarkan survei yang dilakukan diketahui bahwa PHW tidak berpengaruh pada beberapa konsumen. Bahkan, di Yogyakarta, survei Dwi dan tim menunjukkan gambar pria merokok dengan asap berbentuk tengkorak menjadi yang paling banyak dipilih pembeli.

"Selain memang gambarnya tidak terlalu mengganggu, ada juga beberapa perokok yang berasumsi bahwa bentuk tengkorak tersebut justru menggambarkan kesan metal sehingga PHW yang harusnya jadi peringatan justru tidak jadi peringatan kan kalau asumsinya seperti ini," kata Dwi.

Baca juga: Risiko Kematian Perokok Cerutu Sama Seperti Perokok Tembakau (Radian Nyi Sukmasari/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait