Satu dari Tiga Anak Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan

Satu dari Tiga Anak Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 02 Jun 2015 08:05 WIB
Satu dari Tiga Anak Berangkat Sekolah Tanpa Sarapan
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sarapan bagi anak sekolah bukan hanya sekedar mengisi perut anak hingga jam makan siang. Beberapa penelitian mengungkap bahwa sarapan berpengaruh terhadap konsenstrasi, daya tangkap serta keadaan emosional anak di sekolah.

Nyatanya, data yang dimiliki oleh Foodbank Australia mengungkap bahwa masih banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya sarapan bagi anak. Jason Hincks, CEO Foodbank Australia, menyebut survey mereka menemukan bahwa satu dari tiga anak berangkat sekolah tanpa sarapan dan merasa lapar.

Survey Foodbank dilakukan kepada 500 sekolah dasar dan menengah untuk melihat kebiasaan sarapan orang Australia. Ternyata, pengaruh tak sarapan sebelum berangkat sekolah sangat besar.

"Guru-guru yang kami survey mengatakan siswa lebih lemas jika datang ke sekolah tanpa sarapan. Akibatnya mereka menjadi kurang aktif di kelas dan tak maksimal dalam proses belajar-mengajar," tutur Hincks, dikutip dari ABC Australia, Selasa (2/6/2015).

Baca juga: Survei: Stres Jelang Ujian Bikin Anak Cenderung Cari Pelampiasan

Berdasarkan survey yang dilakukan kepada para guru, diketahui bahwa murid yang tidak sarapan mengalami kerugian dua jam. Lelah, sulit konsentrasi dan tak fokus menjadi penyebab utamanya.

Akibatnya, mereka membutuhkan perhatian lebih dari para guru yang tentu saja membuat beban pekerjaan mereka menjadi lebih berat. Untuk itu, Foodbank Australia sedang dalam proses membangun program sarapan di sekolah dasar dan menengah.

"Kami sedang melakukan penjajakan kepada seribu sekolah untuk bekerja sama soal sarapan. Rencananya, kami ingin memastikan anak mendapat sarapan di sekolah jika ia tak mendapat sarapan di rumah," urainya.

Donna Sirmais, pengurus gerakan sarapan di Cambridge Park Public Schools, Western Sydney, mengatakan bahwa ia dan beberapa orang sukarelawan menyediakan sarapan gratis bagi siswa. Hal ini bertujuan untuk memastikan anak belajar di sekolah dalam kondisi senang dan kenyang.

"Kami menyediakan sereal, roti, dan susu. Kami tahu bahwa tak semua orang tua sempat menyediakan sarapan untuk anaknya, namun mereka pasti tak ingin anak kelaparan. Karena itu kami hadir untuk membantu mereka," urainya.

Program ini sejalan dengan apa yang dicita-citakan oleh Foodbank. Sirmais mengatakan selain kenyang, sarapan bersama juga membuat siswa menjadi lebih terikat dan memutus lingkarang bullying.

Baca juga: Obesitas pada Anak Juga Dipengaruhi Kedisiplinan yang Diterapkan Orang Tua

(Muhamad Reza Sulaiman/AN Uyung Pramudiarja)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads