Studi terbaru dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) melihat bahwa partikel polusi seperti timbal sudah banyak muncul pada darah anak-anak di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Di luar itu masih banyak mungkin polutan lain yang sudah menjadi ancaman hanya saja belum terdeteksi.
Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Balitbangkes, Anwar Musadad mengatakan terkadang paparan polusi pada anak terjadi tanpa disadari orang tua. Bahkan pada beberapa skenario justru orang tua lah yang menempatkan risiko tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tips Hindarkan Anak dari Polusi Lingkungan Sekitar
Memang mesti diakui bahwa tak mungkin sepenuhnya rumah bisa bebas 100% karena cairan pembersih lantai, pelembut pakaian, dan banyak hal lain memakai tambahan senyawa kimia. Oleh karena itu orang tua harus bijak menggunakan bahan-bahan tersebut.
"Cairan pel misal mestinya satu tutup botol kadang-kadang kita pakai banyak, biar bersih. Atau semprot-semprot cairan pembersih meja. Itu kan sebetulnya bahan kimia," kata Anwar.
"Obat nyamuk juga itu kan kita semprot terus jatuh ke lantai dan ke kasur, itu anak kan nyungsep-nyungsep aja gitu kan. Harusnya dibebasin dulu sebelum tidur," tutupnya.
Baca juga: Bahaya! Polusi di Jabodetabek Sudah Mulai Menumpuk di Tubuh Warga (fds/up)











































