Hal ini dibuktikan tim peneliti dari Inggris setelah melakukan analisis terhadap 16 studi berskala internasional yang dilakukan antara 1993-2013. Tujuan dari studi-studi ini adalah membandingkan antara kondisi anak sehat dengan anak yang terkena kanker.
Secara garis besar, anak yang banyak terpapar pestisida saat berada di rumah berisiko tinggi untuk terserang kanker, terutama leukemia dan limfoma. Risikonya sendiri 43-47 persen.
Namun ada pula studi yang mengemukakan, khusus untuk anak-anak yang banyak terpapar pestisida pembunuh gulma, risiko kanker darah mereka hanya mencapai 26 persen. Sebaliknya, peneliti tidak menemukan keterkaitan antara penggunaan pestisida di luar rumah dengan insidensi kanker dalam studi mereka.
"Kami belum tahu seberapa besar paparan yang dikatakan berbahaya," ungkap peneliti, Chensheng (Alex) Lu dari Harvard School of Public Health, Boston seperti dikutip dari CBS News, Rabu (16/9/2015).
Ini artinya temuan peneliti tidak serta-merta mengatakan paparan pestisida akan memberikan kontribusi langsung pada risiko kanker anak. Namun jika memang ada pengaruhnya terhadap anak-anak, peneliti belum menemukan pada tahapan apa pengaruh ini muncul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Residu Pestisida Pada Sayur dan Buah Dapat Kurangi Kualitas Sperma
Sebelum dipastikan, Lu berharap orang tua lebih bijak dan menjauhkan anak-anaknya dari paparan pestisida jenis apapun. "Sebab anak-anak juga masih bisa terpapar pestisida dari luar rumah, misal di sekolah atau taman bermain," imbuhnya.
Apalagi beberapa studi sebelumnya sudah pernah mengemukakan keterkaitan ini. "Secara biologis, ini masuk akal bila bahan-bahan kimia dapat berkontribusi terhadap kanker, khususnya pada anak-anak yang memang sudah rentan," timpal Dr Ziad Khatib, ahli onkologi anak dari Nicklaus Children's Hospital, Miami.
Tetapi sebenarnya kalaupun ada, Khatib meyakini risikonya sangat kecil. Dengan begitu faktor risikonya masih dapat dihindari. Semisal dengan menggunakan 'metode non-kimiawi' untuk membasmi hama di dalam rumah seperti mencegah makanan menjadi busuk atau menggunakan perangkap lain.
Baca juga: Zat di Antinyamuk Bisa Nempel di Bantal, Begini Saran Aman dari Pakar (lll/up)











































